News  

Viral! Lukman Dolok Pasaribu Menghina Islam dan Ingin Israel Bom Indonesia – Realita.id

Realita.idLukman Dolok Pasaribu adalah nama yang belakangan ini menjadi viral di media sosial karena videonya yang mengolok-olok dan menghina muslim dan Nabi Muhammad.

Dalam video tersebut, ia menyebut muslim sebagai pengikut iblis, pengikut setan, dan pengikut Nabi Muhammad yang mendapatkan wahyu dari gua Hira tapi yang datang bukan malaikat melainkan setan.

Ia juga menyatakan dukungannya kepada Israel dan mengancam akan membunuh dan membom orang Indonesia yang ada di Palestina, termasuk yang berada di rumah sakit yang dibangun oleh Indonesia.

https://www.youtube-/watch?v=GNs8IVCT9l4

Video tersebut mendapat banyak kecaman dan protes dari netizen, terutama dari umat Islam yang merasa tersinggung dan terhina. Banyak yang menuntut agar Lukman Dolok Pasaribu ditangkap dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Beberapa orang juga melaporkan video tersebut ke polisi dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar segera ditindaklanjuti. Namun, siapa sebenarnya Lukman Dolok Pasaribu ini? Apa motifnya menghina Islam? Dan apa dampak dari perbuatannya?

Berdasarkan hasil pencarian di web, Lukman Dolok Pasaribu adalah seorang pria yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, dan tinggal di Papua. Ia mengaku sebagai orang Kristen dan anggota ormas Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo).

Ia juga mengklaim sebagai keturunan raja Batak Toba, yaitu Raja Parmahan Silalahi, yang merupakan salah satu anak dari Raja Silahi Sabungan, leluhur marga Silalahi, Sinabutar, Sinurat, dan Nadapdap.

Namun, klaim Lukman Dolok Pasaribu ini diragukan oleh beberapa pihak, terutama oleh orang-orang Batak Toba yang mengetahui sejarah dan silsilah mereka.

Menurut mereka, Lukman Dolok Pasaribu bukanlah keturunan Raja Parmahan Silalahi, melainkan keturunan Raja Niantan, salah satu anak dari Patada Guru, cucu dari Doloksaribu, anak dari Sinabutar, anak dari Raja Parmahan Silalahi.

Dengan demikian, Lukman Dolok Pasaribu bukanlah marga Silalahi, melainkan marga Doloksaribu, yang merupakan salah satu marga Batak Toba yang berasal dari daerah Balige, Toba2.

Selain itu, klaim Lukman Dolok Pasaribu sebagai anggota Parkindo juga dipertanyakan oleh orang-orang Parkindo yang sah, yang telah menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Ke-5 Parkindo di Bandung pada November 2021 lalu.

Dalam Munas tersebut, Lukman Dolok Pasaribu tidak terdaftar sebagai peserta, dan tidak ada yang mengenalnya sebagai anggota Parkindo.

Justru, ada dugaan bahwa Lukman Dolok Pasaribu terlibat dalam Munas Liar yang digelar oleh Jenri Sinaga dan Mangaranap Sinaga, yang merupakan orang-orang yang diduga sakit hati karena kalah dalam pemilihan Ketua Umum Parkindo di Bandung.

Munas Liar tersebut dilakukan di Hotel Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Januari 2022, dan menunjuk Jenri Sinaga sendiri sebagai Ketua Umum Parkindo.

Motif Lukman Dolok Pasaribu menghina Islam masih belum diketahui pasti. Ada yang menduga bahwa ia memiliki dendam pribadi terhadap umat Islam, atau bahwa ia memiliki agenda politik tertentu untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Ada juga yang menduga bahwa ia memiliki gangguan jiwa atau mental, atau bahwa ia dibayar oleh pihak-pihak tertentu untuk membuat provokasi dan fitnah.

Dampak dari perbuatan Lukman Dolok Pasaribu sangat merugikan bagi dirinya sendiri, bagi umat Kristen, dan bagi bangsa Indonesia.

Ia telah melanggar hukum, baik hukum positif maupun hukum agama, yang melarang menghina agama atau keyakinan orang lain.

Ia juga telah melukai perasaan dan mengganggu ketentraman umat Islam, yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Ia juga telah mencoreng nama baik umat Kristen, yang seharusnya hidup rukun dan damai dengan umat beragama lainnya.

Ia juga telah mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Oleh karena itu, perlu ada tindakan tegas dan cepat dari pihak berwenang untuk menangkap dan mengadili Lukman Dolok Pasaribu sesuai dengan hukum yang berlaku.

Perlu juga ada sikap tegas dan jelas dari ormas Parkindo untuk menolak dan mengecam perbuatan Lukman Dolok Pasaribu, dan untuk mengklarifikasi status keanggotaannya.

Perlu juga ada sikap bijak dan toleran dari umat Islam untuk tidak terpancing oleh provokasi dan fitnah Lukman Dolok Pasaribu, dan untuk tetap menjaga kerukunan dan kedamaian dengan umat beragama lainnya.

Perlu juga ada sikap saling menghormati dan menghargai antara umat beragama di Indonesia, untuk menjaga persaudaraan dan persatuan bangsa.