News  

Viral Dosenku Suamiku di Sumenep, Fia Dinikahi 3 Hari Setelah Wisuda – Realita.id

Realita.id – Kisah cinta antara mahasiswa dan dosen bukanlah hal yang baru.

Namun, kisah cinta Fianolita Purnaningtias dan Feri Weldani ini berbeda.

Pasalnya, keduanya menikah hanya tiga hari setelah Fia diwisuda sebagai wisudawan terbaik di STKIP PGRI Sumenep, Jawa Timur.

Fia, begitu ia biasa disapa, adalah lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91.

Ia juga merupakan perwakilan wisudawan yang memberikan pidato pada acara wisuda yang digelar pada 5 November 2023.

Dalam pidatonya, Fia mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak, termasuk salah satu dosen prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) yang juga merupakan kekasihnya, Feri Weldani. Ia menyebut Feri sebagai hadiah terindah dari Tuhan dan support sistem terbaik.

“Gelar sarjanaku dan predikat terbaikku, adalah tanda kesiapanku untuk menjadi Al-Mar’Atus Sholehah dan Madrasahtul Ula untukmu dan anak-anakmu, sampai jumpa 3 hari lagi tepat di pernikahan kita,” ujar Fia dengan lantang di akhir pidatonya.

Pidato Fia yang diunggah di akun TikToknya @fianolita_fii itu pun viral dan mendapat banyak respons dari netizen.

Banyak yang merasa terharu, baper, hingga iri dengan kisah cinta Fia dan Feri.

Awal Pertemuan

Fia dan Feri pertama kali bertemu pada tahun 2020, saat Fia masih semester 6. Saat itu, Fia sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di kampusnya.

Feri, yang merupakan dosen baru di prodi PJKR, juga ikut berlatih bersama mahasiswa lainnya.

“Awalnya saya tidak tahu kalau dia dosen, karena dia juga ikut latihan pencak silat. Saya kira dia mahasiswa juga. Tapi ternyata dia dosen,” cerita Fia kepada detikcom.

Fia mengaku awalnya tidak ada rasa khusus kepada Feri. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka semakin dekat dan saling mengenal.

Fia pun mulai jatuh hati kepada Feri, yang menurutnya memiliki banyak kesamaan dengannya.

“Dia itu orangnya baik, sabar, perhatian, dan humoris. Kami juga punya banyak kesukaan yang sama, seperti olahraga, musik, dan film. Kami sering ngobrol dan bertukar pikiran tentang banyak hal,” ungkap Fia.

Resmi Menjalin Hubungan

Setelah beberapa bulan berkenalan, Fia dan Feri akhirnya resmi menjalin hubungan pada 14 Februari 2021, tepat di hari Valentine.

Fia mengatakan, saat itu Feri melamarnya dengan cara yang sederhana namun romantis.

“Dia datang ke rumah saya dengan membawa bunga dan cincin. Dia bilang, dia ingin menjadikan saya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Saya langsung menangis dan mengiyakan lamarannya,” kenang Fia.

Fia mengaku, hubungannya dengan Feri tidak selalu mulus. Mereka juga pernah mengalami konflik dan pertengkaran.

Namun, mereka selalu berusaha untuk saling memahami dan menyelesaikan masalah dengan baik.

“Kami juga manusia biasa yang punya perbedaan dan kekurangan. Tapi kami selalu berkomitmen untuk menjaga hubungan kami dengan cinta dan saling menghargai. Kami juga selalu berdoa agar hubungan kami diberkahi oleh Allah,” tutur Fia.

Mendapat Restu dari Keluarga dan Kampus

Fia dan Feri juga mengaku, hubungan mereka mendapat restu dari keluarga dan kampus.

Fia mengatakan, orang tuanya tidak keberatan dengan pilihan hatinya. Mereka juga mendukung rencana pernikahan Fia dan Feri.

“Orang tua saya tidak masalah dengan usia atau statusnya. Yang penting dia bisa membahagiakan saya dan bertanggung jawab. Mereka juga senang karena dia orang yang baik dan berpendidikan,” ucap Fia.

Sementara itu, Feri mengatakan, kampusnya juga memberikan izin dan dukungan kepada hubungan mereka.

Ia mengatakan, tidak ada aturan yang melarang dosen dan mahasiswa untuk menikah, selama tidak melanggar norma dan etika.

“Kampus kami sangat terbuka dan toleran. Mereka juga menghormati hak kami sebagai manusia untuk mencintai dan dicintai. Kami juga tidak pernah menyalahgunakan hubungan kami di kampus. Kami tetap profesional dan menjaga batas,” jelas Feri.

Menikah Tiga Hari Setelah Wisuda

Fia dan Feri akhirnya menikah pada 8 November 2021, hanya tiga hari setelah Fia diwisuda. Pernikahan mereka digelar dengan mengusung adat Sunda, sesuai dengan asal Feri yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.

“Kami memilih adat Sunda karena kami ingin menghormati budaya dan tradisi keluarga Feri. Saya juga suka dengan adat Sunda yang penuh dengan makna dan simbol. Kami juga mengundang teman-teman dan dosen-dosen kami di kampus,” kata Fia.

Fia dan Feri mengaku, pernikahan mereka merupakan impian yang menjadi kenyataan. Mereka berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendoakan mereka.

Mereka juga berharap, pernikahan mereka menjadi awal dari kebahagiaan yang abadi.

“Kami sangat bersyukur dan bahagia. Ini adalah hari yang sangat spesial bagi kami. Kami berharap, kami bisa menjadi pasangan yang saling mencintai, menghormati, dan mendukung satu sama lain. Kami juga berdoa, semoga kami diberi keturunan yang sholeh dan sholehah,” ucap Fia dan Feri.