News  

Tentara Israel Berfoto di Parlemen Hamas – Realita.id

Realita.idDi tengah-tengah pertempuran sengit antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, sebuah foto bersejarah menyebar di media sosial.

Foto itu menunjukkan tentara Israel dari Brigade Golani berdiri di dalam gedung parlemen Hamas, sambil mengibarkan bendera Israel.

Foto itu menjadi simbol kemenangan Israel atas kelompok teroris yang telah menguasai Gaza sejak 2007.

Foto itu diambil pada Senin, 13 November 2023, setelah tentara Israel berhasil merebut gedung dewan legislatif Hamas di pusat kota Gaza.

Gedung itu merupakan salah satu markas utama Hamas, yang juga memiliki jaringan terowongan bawah tanah yang luas.

Menurut Israel, Hamas menggunakan terowongan itu untuk menyimpan senjata, melancarkan serangan, dan menyandera warga sipil.

Tentara Israel mengatakan bahwa mereka telah menghancurkan efektivitas 10 dari 24 batalyon Hamas, yang terdiri dari sekitar 30.000 anggota.

Mereka juga mengklaim telah membunuh beberapa komandan Hamas, termasuk Ahmed Siam, yang bertanggung jawab atas perusahaan Naser Radwan.

Siam dikabarkan menahan sekitar 1.000 warga Gaza sebagai tameng manusia di rumah sakit Rantisi, sebelum ditargetkan oleh pesawat tempur Israel.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengatakan bahwa Hamas telah kehilangan kendali di Gaza, dan teroris-terorisnya melarikan diri ke selatan.

Ia juga mengatakan bahwa warga sipil telah menjarah basis-basis Hamas, dan tidak memiliki kepercayaan pada pemerintahannya.

“Tidak ada kekuatan yang dimiliki Hamas yang mampu menghentikan IDF,” katanya. “IDF maju ke setiap titik.”

Sementara itu, Amerika Serikat juga melancarkan serangan udara terhadap kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran di Suriah.

Serangan itu bertujuan untuk mencegah Iran memperluas pengaruhnya di kawasan tersebut, dan mendukung sekutu-sekutunya, seperti Israel dan Arab Saudi.

Iran adalah salah satu pendukung utama Hamas, dan telah menyediakan senjata dan dana untuk kelompok itu.

Perang antara Israel dan Hamas telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023, setelah Hamas menembakkan roket ke Israel sebagai tanggapan atas penangkapan beberapa anggotanya oleh Israel.

Israel membalas dengan melakukan serangan udara dan darat, yang menewaskan ratusan orang, sebagian besar warga sipil.

Upaya perdamaian internasional belum membuahkan hasil, dan kedua belah pihak bersikeras untuk melanjutkan perang.