News  

SUV yang Bisa Bikin Anda Lupa Nama Bensin – Jurnal Faktual

Realita.idPorsche, produsen mobil sport asal Jerman yang terkenal dengan mobil-mobilnya yang bertenaga dan berdesain mewah, kini tengah bersiap untuk meluncurkan model SUV terbarunya yang berbeda dari yang lain:

Macan listrik. Ya, Anda tidak salah baca. Macan listrik adalah model SUV pertama dari Porsche yang menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, tanpa bantuan bensin sedikit pun.

Mobil ini diharapkan bisa menjadi pesaing berat bagi mobil-mobil listrik lainnya di pasar, terutama di Amerika Serikat, yang merupakan pasar terbesar bagi Porsche.

Namun, jangan salah sangka. Macan listrik bukanlah mobil listrik biasa yang hanya mengandalkan baterai dan motor listrik untuk bergerak.

Mobil ini tetap memiliki DNA Porsche yang kuat, yaitu performa tinggi, desain sporty, dan kenyamanan premium. Macan listrik memiliki dua varian, yaitu Macan 4 dan Macan Turbo.

Macan 4 memiliki tenaga sebesar 300 kW (402 hp) dan torsi sebesar 479 lb-ft, sedangkan Macan Turbo memiliki tenaga sebesar 470 kW (630 hp) dan torsi sebesar 833 lb-ft.

Kedua varian ini mampu berakselerasi dari 0-60 mph dalam waktu 4,9 detik dan 3,1 detik, serta mencapai kecepatan maksimum 136 mph dan 161 mph, masing-masing.

Macan listrik menggunakan platform PPE (Premium Platform Electric), yang dikembangkan bersama dengan Audi, salah satu merek saudara Porsche di bawah grup Volkswagen.

Platform ini memiliki sistem listrik 800 volt, yang memungkinkan pengisian daya cepat hingga 270 kW. Dengan begitu, baterai berkapasitas 100 kWh yang terpasang di bawah bodi mobil bisa diisi dari 10% hingga 80% dalam waktu sekitar 21 menit di stasiun pengisian cepat.

Baterai ini juga bisa diisi dengan arus AC hingga 11 kW, tergantung pada perangkat pengisian eksternal yang digunakan.

Selain itu, Macan listrik juga dilengkapi dengan sistem pengereman regeneratif, yang bisa mengembalikan daya hingga 240 kW ke baterai saat mobil melambat.

Salah satu hal yang menarik dari Macan listrik adalah strategi branding yang diambil oleh Porsche. Berbeda dengan mobil listrik lainnya yang biasanya memiliki nama atau desain yang berbeda dari model bensinnya.

Macan listrik tetap menggunakan nama dan desain yang sama dengan Macan bensin, yang juga masih diproduksi dan dijual oleh Porsche.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa Macan listrik adalah bagian dari keluarga Macan, yang merupakan model SUV terlaris dari Porsche.

Selain itu, hal ini juga merupakan bentuk visi Porsche untuk menghapus pemisahan antara mobil listrik dan mobil bensin, baik dari segi desain maupun penamaan.

Menurut Timo Resch, CEO Porsche Cars Amerika Utara, mobil listrik tidak perlu diberi label khusus, karena mereka adalah mobil seperti mobil lainnya, hanya saja menggunakan tenaga listrik.

Porsche juga optimis bahwa Macan listrik akan mendapat sambutan hangat dari pasar Amerika Serikat, yang merupakan pasar terbesar bagi Porsche.