News  

Surat Osama bin Laden Kembali Viral di Tengah Konflik Israel-Palestina – Realita.id

Realita.idSurat yang ditulis oleh pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden pada tahun 2002, yang berisi alasan dan tujuan serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat, kembali menjadi viral di media sosial di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina.

Surat yang berjudul “Surat untuk Amerika” itu mengecam kebijakan luar negeri AS, terutama dukungannya terhadap Israel, dan mengancam akan melanjutkan perang melawan “penjajah” dan “penindas”.

Surat itu pertama kali dipublikasikan oleh surat kabar Inggris The Guardian pada November 2002, setahun setelah serangan 9/11 yang menewaskan sekitar 3.000 orang dan melukai ribuan lainnya.

Surat itu diklaim berasal dari Osama bin Laden, yang saat itu menjadi buronan nomor satu AS dan dunia. Namun, keaslian surat itu tidak pernah diverifikasi secara resmi.

Surat itu berisi sejumlah tuntutan dan ancaman dari Osama bin Laden, yang mengklaim bertindak atas nama umat Islam yang tertindas di seluruh dunia.

Salah satu poin utama yang disampaikan oleh Osama bin Laden adalah soal dukungan AS terhadap Israel, yang menurutnya merupakan “sekutu setan” yang melakukan “pembantaian” terhadap rakyat Palestina.

Osama bin Laden menuduh AS sebagai “penyebab utama” konflik di Timur Tengah, dan mengatakan bahwa AS harus menghentikan bantuannya kepada Israel, mengakui hak Palestina untuk mendirikan negara merdeka, dan menarik pasukannya dari tanah suci Islam.

Osama bin Laden juga menyerang AS karena kebijakan-kebijakannya yang lain, seperti mendukung rezim-rezim diktator di dunia Muslim, mengeksploitasi sumber daya alam, menyebarkan budaya sekuler dan liberal, dan menentang syariah Islam.

Osama bin Laden mengklaim bahwa serangan 9/11 adalah balasan atas “kejahatan” yang dilakukan oleh AS, dan mengancam akan melancarkan serangan-serangan lebih besar jika AS tidak mengubah sikapnya.

Surat itu kembali menjadi viral di media sosial, terutama di platform TikTok, di tengah meningkatnya eskalasi kekerasan antara Israel dan Palestina sejak awal Mei 2021.

Banyak pengguna TikTok yang membagikan cuplikan atau kutipan dari surat itu, dengan maksud untuk menunjukkan bahwa alasan Osama bin Laden masih relevan hingga saat ini, atau untuk mengkritik kebijakan AS yang dianggap masih pro-Israel.

Beberapa pengguna TikTok juga menambahkan musik atau efek suara untuk memberi kesan dramatis atau ironis pada surat itu.

TikTok sendiri mengatakan bahwa pihaknya secara agresif menghapus konten yang mengangkat isu surat Osama bin Laden, karena melanggar kebijakan komunitasnya yang melarang konten yang mempromosikan terorisme, kekerasan, atau diskriminasi.

TikTok juga mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menangani masalah ini.

Surat Osama bin Laden menjadi salah satu contoh bagaimana media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan informasi atau opini yang kontroversial, terutama di tengah situasi yang sensitif dan kompleks seperti konflik Israel-Palestina.

Surat itu juga menunjukkan bahwa isu-isu yang berkaitan dengan serangan 9/11 masih memiliki pengaruh dan dampak hingga saat ini, baik secara politik, sosial, maupun psikologis.

Surat itu juga mengajak kita untuk merefleksikan kembali sejarah, motivasi, dan konsekuensi dari serangan 9/11, serta tantangan dan pelajaran yang dapat kita ambil dari tragedi tersebut.