News  

Spanyol, Negara Eropa yang Paling Berani Bela Palestina – Jurnal Faktual

Realita.idSpanyol adalah salah satu negara Eropa yang paling vokal dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Meski mendapat tekanan dan protes dari Israel, Spanyol tetap berkomitmen untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara, bahkan jika Uni Eropa tidak melakukannya.

Apa yang mendorong Spanyol untuk bersikap tegas dan berani dalam membela Palestina?

Berikut adalah beberapa alasan yang mungkin menjelaskan sikap Spanyol:

Sejarah dan Geografi

Spanyol memiliki hubungan sejarah dan geografis yang erat dengan dunia Arab. Spanyol pernah dikuasai oleh bangsa Arab selama delapan abad, dari abad ke-8 hingga ke-15.

Dalam masa itu, Spanyol mengalami kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan budaya.

Spanyol juga merupakan negara Eropa yang paling dekat dengan Timur Tengah, yang menjadi pusat konflik antara Israel dan Palestina.

Demografi dan Politik

Spanyol memiliki populasi keturunan Arab yang cukup besar, sekitar 1,7 juta orang dari total 47 juta penduduk.

Sebagian dari mereka adalah pemilih yang berpengaruh dalam berbagai pemilu di Spanyol.

Spanyol juga memiliki partai-partai politik yang bersimpati dengan Palestina, terutama yang berasal dari sayap kiri.

Salah satunya adalah partai Podemos, yang merupakan mitra koalisi pemerintahan saat ini.

Podemos mendesak agar Spanyol mengakui Palestina sebagai negara dan memberikan sanksi kepada Israel atas pelanggaran hak asasi manusia.

Hukum dan Kemanusiaan

Spanyol menganggap bahwa Israel telah melanggar hukum internasional dan kemanusiaan dalam menindak Palestina.

Spanyol mengecam serangan-serangan Israel yang menewaskan banyak warga sipil, termasuk anak-anak, di Jalur Gaza.

Spanyol juga menolak kebijakan Israel yang menduduki dan menetapkan wilayah Palestina di Tepi Barat.

Spanyol menuntut agar Israel menghormati hak-hak Palestina untuk hidup dalam kedamaian dan keamanan, sesuai dengan prinsip dua negara.

Sikap Spanyol yang pro-Palestina tentu saja menimbulkan reaksi keras dari Israel. Israel menuduh Spanyol mendukung terorisme dan menyalahkan Israel atas kekerasan di Gaza.

Israel juga memanggil duta besar Spanyol untuk meminta penjelasan dan bahkan menarik dubesnya dari Madrid.

Israel menganggap Spanyol sebagai negara yang tidak bersahabat dan tidak dapat dipercaya.

Namun, Spanyol tidak gentar dengan ancaman Israel. Spanyol tetap berpegang pada prinsip-prinsipnya dan berharap agar Israel mau berdialog dengan Palestina untuk mencari solusi damai.

Spanyol juga berusaha untuk memainkan peran aktif dalam diplomasi internasional, dengan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Israel, Palestina, Mesir, dan Liga Arab.

Spanyol ingin menjadi jembatan yang menghubungkan antara Eropa dan Timur Tengah, serta antara Israel dan Palestina.

Spanyol, dengan segala tantangan dan risikonya, telah menunjukkan sikap yang berbeda dari negara-negara Eropa lainnya, yang cenderung bersikap hati-hati dan netral dalam konflik Israel-Palestina.

Spanyol telah membuktikan bahwa ia adalah negara yang berani, berprinsip, dan berjiwa kemanusiaan.