News  

Sinopsis The Eight Hundred, 800 Tentara Berdarah, Mengenang Sejarah Kelam Shanghai – Jurnal Faktual

Realita.idFilm The Eight Hundred yang tayang di Trans TV pada Jumat (29/12/2023) pukul 23.00 WIB merupakan film yang mengisahkan peristiwa sejarah yang terjadi pada tahun 1937, ketika Tiongkok berperang melawan Jepang di Shanghai.

Film ini diangkat dari kisah nyata pertempuran di Gudang Sihang, yang menjadi saksi bisu heroisme 800 tentara Tiongkok yang bertahan selama empat hari menghadapi serbuan tentara Jepang yang jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih lengkap persenjataannya.

  • Latar Belakang Film: Film ini disutradarai oleh Hu Guan, yang juga menjadi penulis skenario bersama Rui Ge dan Kunhu. Film ini dirilis pada tahun 2020 dan berhasil menjadi film terlaris di dunia pada tahun itu dengan pendapatan sebesar 461,3 juta dolar AS. Film ini juga mendapatkan berbagai penghargaan, seperti best picture, best art direction, best cinematography, dan best visual effects di beberapa ajang film internasional. Film ini dibintangi oleh aktor-aktor ternama Tiongkok, seperti Zhizhong Huang, Junyi Zhang, Hao Ou, Xiaoguang Hu, Wu Jiang, Yi Zhang, dan lain-lain.
  • Alur Cerita Film: Film ini mengikuti empat hari terakhir pertempuran di Gudang Sihang, yang terletak di tepi Sungai Suzhou, di depan Pemukiman Internasional Shanghai. Di sana, 452 tentara Tiongkok yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Xie Jinyuan (Du Chun) diperintahkan untuk mempertahankan gudang tersebut sebagai benteng terakhir melawan tentara Jepang, yang telah menginvasi Shanghai sejak Juli 1937. Tentara Tiongkok harus menghadapi berbagai tantangan, seperti serangan granat, gas beracun, dan serangan udara dari tentara Jepang, yang juga didukung oleh pasukan Nazi Jerman. Di sisi lain, mereka juga harus berjuang melawan rasa lapar, haus, takut, dan putus asa. Namun, mereka tetap berpegang pada semangat patriotisme dan kehormatan, serta berusaha menjaga bendera Tiongkok tetap berkibar di atas gudang. Aksi heroik mereka menginspirasi warga Tiongkok yang mengawasi pengepungan dari Pemukiman Internasional, yang awalnya tidak memihak, untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada mereka. Film ini juga menampilkan beberapa karakter yang memiliki kisah pribadi, seperti Duan Wu (Huang Zhizhong), seorang sukarelawan yang nekat kabur dari gudang, Daozi (Wu Jiang), seorang warga sipil yang mengorbankan dirinya untuk mengambil saluran telepon, dan Bai Lu (Zhang Junyi), seorang jurnalis yang meliput pertempuran tersebut.
  • Makna Film: Film ini tidak hanya menampilkan adegan-adegan perang yang dramatis dan mengesankan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan yang mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan solidaritas. Film ini menggambarkan bagaimana 800 tentara Tiongkok, yang kemudian dikenal sebagai “Delapan Ratus Pahlawan”, berhasil menunjukkan keberanian, pengorbanan, dan loyalitas mereka kepada negara dan rakyat mereka, meskipun menghadapi situasi yang sangat tidak menguntungkan. Film ini juga menunjukkan bagaimana peristiwa tersebut membangkitkan jiwa nasionalisme dan kesadaran politik di kalangan warga Tiongkok, yang sebelumnya terpecah-belah oleh perang saudara antara pemerintah Nasionalis dan Komunis. Film ini juga mengajak penonton untuk menghormati dan mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam pertempuran tersebut, yang kini diabadikan dalam museum di Gudang Sihang.