News  

Rusia Dilanda Gelombang Anti-Yahudi, India Dibanjiri Disinformasi Islamofobia – Realita.id

Realita.id – Pada beberapa waktu lalu, peristiwa dramatis terjadi di Rusia yang menjadi sorotan utama setelah ratusan laki-laki menerobos bandara Makhachkala di Republik Dagestan, wilayah mayoritas Muslim, dengan tujuan mencegat penumpang dari Tel Aviv, Israel.

Tindakan ini memicu sentimen anti-Yahudi yang terbesar dalam puluhan tahun di Rusia. Para pengamat menggambarkannya sebagai ledakan anti-Yahudi terbesar dalam sejarah Rusia, menunjukkan dampak serius konflik Israel-Hamas di tempat-tempat jauh dari Timur Tengah.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyalahkan kekuatan luar, menyebut jaringan sosial dari Ukraina sebagai salah satu penyebab utama peristiwa ini.

Analis mencatat bahwa hal ini merupakan tantangan bagi Kremlin yang menjadikan kontrol sosial sebagai prioritas utama.

Meskipun langkah-langkah penanganan krisis ini tampak tepat, belum jelas bagaimana keadaan akan berlanjut.

Komunitas Yahudi di Rusia merasakan dampaknya secara langsung. Pinchas Goldschmidt, Kepala Rabi Moskow, memberikan peringatan kepada warga Yahudi untuk segera meninggalkan negara tersebut jika memungkinkan, menyadari ancaman potensial yang bisa terjadi di masa depan.

Namun, dampak dari konflik ini tidak terbatas pada Rusia saja. Di India, fenomena disinformasi dan penyebaran konten Islamofobia terkait konflik Israel-Hamas telah menjadi sorotan.

Kampanye pro-Israel di India disertai dengan konten yang menyebarkan kebencian terhadap kelompok Muslim, tanpa keterlibatan langsung dalam konflik tersebut.

Kelompok sayap kanan di India telah memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebencian anti-Muslim.

Hal ini bukanlah hal baru di India, yang sebelumnya sudah memiliki sejarah masalah dengan misinformasi.

Perubahan kebijakan luar negeri India yang semakin mendukung Israel telah menciptakan lingkungan yang mendukung konten yang menyalahkan Islam atas konflik di Timur Tengah.

Dengan adanya kemampuan besar kelompok sayap kanan dalam menyebarkan kebencian dan dukungan politik yang lebih erat antara India dan Israel, India menjadi salah satu negara yang terlibat secara tidak langsung dalam konflik Israel-Hamas.

Ini adalah contoh nyata bagaimana konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi dan menyulut sentimen anti-Yahudi serta konten disinformasi di wilayah yang jauh dari pertempuran sebenarnya.