News  

Profil dan Perjalanan Karier Alm. Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Tiopan Bernhard Silalahi atau TB Silalahi – Realita.id

Realita.idJakarta – Tokoh negarawan dan aktivis kebudayaan Batak, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Tiopan Bernhard Silalahi atau TB Silalahi meninggal dunia pada Senin (13/11/2023) pukul 20.19 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh staf, ajudan, dan dokternya, Tota Manurung.

TB Silalahi lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara pada 17 April 1938. Ia merupakan anak desa yang dulunya tumbuh sebagai penggembala kerbau. Ayahnya meninggal dunia saat ia masih sangat muda, sehingga ia harus menahan mimpinya untuk menjadi arsitek dan bergabung ke militer.

Ia lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang pada 1961 dan bergabung dengan TNI. Ia berhasil mengembangkan kariernya sebagai prajurit TNI dengan baik dan dengan cepat memperoleh jabatan tinggi. Jabatan terakhirnya di militer adalah Asisten I Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) dengan pangkat Mayor Jenderal pada 1988.

Setelah pensiun dari militer, TB Silalahi masuk ke pemerintahan. Ia diangkat menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Kabinet Pembangunan VI pada 1993-1998 di bawah Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Tri Sutrisno. Selama menjadi menteri, TB Silalahi mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa atau Doktor Kehormatan dari Filipina. Ia juga mendapatkan kenaikan pangkat kehormatan menjadi Letnan Jenderal.

Di luar pemerintahan, TB Silalahi mendirikan Dewan Pembina Yayasan Soposurung yang mengelola sekolah unggulan di Balige, Sumatera Utara. Pada pemilihan umum 2004, TB Silalahi aktif dalam tim kampanye Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia juga merupakan penasihat khusus saat SBY menjabat. TB Silalahi kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2007–2009. Ia menempati posisi di Bidang Pertahanan dan Keamanan.

Di dunia politik, TB Silalahi bergabung dengan Partai Demokrat. Pada 2012, ia sempat menjabat sebagai Ketua Pengawas Dewan Pembina Partai Demokrat. Ia juga dikenal sebagai sosok yang gigih dalam melestarikan budaya Batak. Ia membangun sebuah yayasan budaya khusus untuk melestarikan budaya asalnya itu, yaitu Yayasan TB Silalahi Center, di Balige.

TB Silalahi meninggalkan seorang istri, dua orang anak, dan enam orang cucu. Jenazahnya akan disemayamkan di Jakarta dan rencananya akan dimakamkan di Hall of Silence di TB Silalahi Center, Balige, Sumatra Utara pada Kamis, 16 November 2023.