News  

Prabowo dan Upaya Memperkuat Militer Indonesia – Jurnal Faktual

Realita.id – Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan berdaulat di bidang pertahanan dan keamanan. Sejak menjabat pada Oktober 2019, Prabowo telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Salah satu langkah yang dilakukan Prabowo adalah memodernisasi kapal-kapal tempur milik TNI Angkatan Laut. Prabowo menyatakan bahwa rencananya adalah untuk memiliki 27 kapal perang yang sudah dimodernisasi pada 5 Desember 2023, bertepatan dengan Hari Armada. Kapal-kapal tersebut meliputi kapal selam, fregat, kapal cepat, dan kapal peluru kendali. 

Selain itu, Prabowo juga tengah mempersiapkan penambahan pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara. Pada Maret 2023, Prabowo menandatangani kontrak pembelian 42 unit pesawat tempur multifungsi Rafale dari Perancis. Pesawat ini diharapkan akan datang dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun. Prabowo juga mengungkapkan bahwa ia sedang menjajaki kemungkinan untuk mengakuisisi pesawat-pesawat lain yang tidak baru tapi masih muda usianya.

Selain kapal dan pesawat, Prabowo juga memborong enam senjata rahasia untuk memperkuat militer dan pertahanan Indonesia. Senjata-senjata tersebut adalah:

– C-130-J-30 Super Hercules A-1339, pesawat angkut militer yang mampu mengangkut 129 orang pasukan dan 19,9 ton kargo. Pesawat ini bisa terbang hingga 11 jam di udara dan memiliki kecepatan 660 kilometer per jam. 

– Kapal Perang Fregat kelas FREMM, kapal perang yang memiliki panjang 140 meter dan lebar 20 meter dengan perpindahan 6.000 ton. Kapal ini bisa membawa 108 perwira dan awak, serta dilengkapi dengan berbagai sistem persenjataan dan pertahanan.

– Rudal BrahMos, rudal jelajah supersonik yang bisa ditembakkan dari darat, laut, udara, atau kapal selam. Rudal ini memiliki jangkauan 290 kilometer dan kecepatan 2,8 kali kecepatan suara.

– Rudal Harpoon, rudal anti-kapal yang bisa ditembakkan dari pesawat, kapal, atau kapal selam. Rudal ini memiliki jangkauan 124 kilometer dan kecepatan 0,85 kali kecepatan suara. 

– Rudal Exocet, rudal anti-kapal yang bisa ditembakkan dari pesawat, kapal, atau kapal selam. Rudal ini memiliki jangkauan 70 kilometer dan kecepatan 0,9 kali kecepatan suara. 

– Rudal Yakhont, rudal anti-kapal yang bisa ditembakkan dari darat, laut, atau udara. Rudal ini memiliki jangkauan 300 kilometer dan kecepatan 2,5 kali kecepatan suara².

Dengan memperkuat Alutsista, Prabowo berharap Indonesia bisa menjadi negara yang disegani dan dihormati oleh negara-negara lain. Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan pertahanan yang kuat untuk menjaga kekayaan alam dan sumber daya yang dimilikinya.

“Tanpa pertahanan yang kuat, kekayaan kita akan diambil terus. Itu pelajaran yang saya dapat hari ini,” kata Prabowo pada April 2019.

Meski demikian, Prabowo juga menyadari bahwa memperkuat militer bukanlah hal yang mudah dan murah. Prabowo mengakui bahwa anggaran pertahanan Indonesia masih terbatas dan tidak sebanding dengan kebutuhan Alutsista. Oleh karena itu, Prabowo berupaya untuk mencari sumber pendanaan alternatif, seperti kerja sama dengan negara-negara sahabat, swasta, atau BUMN.

Prabowo juga mengoptimalkan potensi industri pertahanan dalam negeri, seperti PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan lain-lain. Prabowo berharap bahwa industri pertahanan dalam negeri bisa meningkatkan kemandirian dan kualitas Alutsista, serta menciptakan lapangan kerja dan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Prabowo Subianto adalah sosok yang memiliki latar belakang militer yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus dan Panglima Kostrad. Ia juga pernah menjadi calon presiden dua kali, pada 2014 dan 2019. Prabowo dikenal sebagai tokoh yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk membangun Indonesia menjadi negara yang lebih baik.

Prabowo dan upaya memperkuat militer Indonesia adalah sebuah cerita yang menarik dan inspiratif. Cerita ini menunjukkan bahwa Prabowo adalah seorang pemimpin yang berani, visioner, dan bertanggung jawab. Cerita ini juga menunjukkan bahwa Prabowo adalah seorang patriot yang mencintai tanah airnya dan berjuang untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsanya.