News  

Pesta Demokrasi Paling Rumit di Dunia, Indonesia Juaranya! – Jurnal Faktual

Realita.id – Indonesia akan kembali menggelar pemilihan umum (pemilu) serentak pada 14 Februari 2024. Pemilu ini akan menentukan siapa yang akan menjadi presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif di tingkat pusat dan daerah.

Pemilu di Indonesia merupakan salah satu pesta demokrasi terbesar di dunia, dengan jumlah pemilih mencapai lebih dari 200 juta orang.

Namun, pemilu di Indonesia juga dianggap sebagai pemilu yang paling rumit di dunia, karena melibatkan banyak tahapan, peserta, dan jenis pemilihan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari mengatakan, proses penyelenggaraan pemilu di Indonesia menjadi yang paling rumit di dunia karena hanya dilakukan dalam waktu enam jam, dari pukul 07.00 hingga 13.00.

Selain itu, pemilu di Indonesia juga meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta partai politik nasional dan lokal.

“Meskipun ada India dengan jumlah pemilih yang lebih besar dan Amerika Serikat yang punya pemilu lebih besar, tetapi pemilu di Indonesia sering dinilai sebagai the most complicated election in the world. Jadi, dianggap sebagai pemilu yang paling rumit di dunia,” kata Hasyim usai menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional dalam rangka Kesiapan Pemilu 2024 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (30/12/2023).

Hasyim menambahkan, KPU juga berupaya menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang matang dan transparan. Salah satunya dengan mengundang duta besar dari negara-negara sahabat untuk menyaksikan proses pemungutan suara di dalam dan luar negeri.

KPU juga mengundang perwakilan dari negara-negara sahabat dalam program kunjungan pemilu (election visit) untuk melihat langsung proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

“Ini penting untuk kami lakukan dalam rangka menunjukkan bahwa Indonesia ini adalah salah satu negara demokrasi terbesar di dunia,” ujarnya.

Untuk itu, Hasyim mengingatkan kepada seluruh jajarannya yang bertugas dari pusat hingga tingkat desa dan kelurahan untuk bekerja secara profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pemilih dan peserta pemilu.

“Kami ingin menyampaikan pesan kepada teman-teman KPU provinsi, KPU kabupaten dan kota, beserta jajaran diteruskan di tingkat TPK, PPS, dan TPPS, agar bisa bekerja secara profesional, transparan, akuntabel, dan meningkatkan kualitas layanan kepada pemilih untuk menggunakan hak pilih dan juga peserta pemilu dalam berkompetisi,” tuturnya.

Pemilu 2024 akan diikuti oleh tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Sementara itu, Pemilu Legislatif 2024 akan diikuti oleh 18 partai politik nasional dan enam partai politik lokal.