News  

Pernikahan Bocah 10 Tahun di Madura, Bikin Heboh Nitizen! – Realita.id

Realita.id – Pernikahan bocah berusia 10 tahun di Madura yang menjadi viral di media sosial baru-baru ini telah memicu reaksi keras dari netizen. Keputusan orang tua yang membiarkan dua anak sekolah dasar ini menikah telah menuai berbagai kontroversi dan perdebatan hangat di ranah maya.

Pernikahan anak di bawah umur adalah tindakan yang tak bisa dibenarkan. Pada usia 10 tahun, anak-anak masih berada dalam tahap perkembangan fisik dan mental yang sangat penting.

Mereka belum siap secara fisik maupun mental untuk mengemban tanggung jawab pernikahan. Selain itu, pernikahan di usia yang begitu muda juga berpotensi mengganggu pendidikan mereka serta menghadapi tantangan besar dalam membentuk masa depan mereka.

Video pernikahan pasangan bocah ini menjadi viral di media sosial, memperlihatkan momen pernikahan mereka di Sampang, Madura. Video ini menimbulkan reaksi beragam di kalangan warganet, terutama karena calon suami yang masih berusia 10 tahun.

Lantaran usia kedua pengantin ini masih sangat muda, mereka dijuluki sebagai pengantin termuda se-Madura.

Video pernikahan ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun TikTok @karehestoh. Dalam video singkat berdurasi 20 detik tersebut, pernikahan digelar dengan sederhana di teras rumah.

Pengantin pria yang masih anak-anak itu mengenakan baju koko putih dan peci, sementara pengantin wanita yang juga masih kecil terlihat mengenakan gamis warna ungu tua dan hijab coklat.

Pemandangan anak perempuan itu tampak bahagia sambil memegang sebuket uang yang diduga sebagai mahar atau mas kawin pernikahan.

Meskipun terlihat bahagia, namun kita perlu mempertanyakan apakah kebahagiaan tersebut sesungguhnya berbasis pada pemahaman mereka tentang pernikahan yang sebenarnya, ataukah karena tekanan sosial dan harapan dari orang dewasa di sekitar mereka.

Kejadian ini mengingatkan kita untuk lebih serius menghadapi isu pernikahan anak di Indonesia. Dibutuhkan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada anak-anak tentang hak-hak mereka dan menjauhkan mereka dari risiko pernikahan dini. Pendidikan yang baik dan kesadaran akan hak asasi manusia adalah kunci untuk melindungi masa depan generasi muda kita.