News  

Penyiar Berita ini, Diberhentikan karena Cangkir Kopi yang Picu Boikot – Jurnal Faktual

Realita.idSeorang penyiar berita pemenang penghargaan di Turki harus kehilangan pekerjaannya karena sebuah cangkir kopi.

Meltem Günay, yang bekerja di stasiun televisi TGRT Haber, tampil di layar kaca dengan membawa cangkir kopi dari Starbucks saat membaca berita pada malam Natal.

Tindakan ini menimbulkan kemarahan dari publik dan bosnya, yang menganggapnya sebagai bentuk dukungan terhadap perusahaan yang dianggap pro-Israel.

Starbucks menjadi sasaran boikot di Turki dan beberapa negara lain karena dituding bersimpati dengan Israel dalam konflik dengan Palestina.

Boikot ini dipicu oleh gugatan hukum yang diajukan oleh Starbucks terhadap serikat pekerjanya sendiri, yang diduga menunjukkan solidaritas dengan Palestina di media sosial.

Starbucks membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa mereka tidak memihak kepada salah satu pihak.

Namun, bagi sebagian besar masyarakat Turki yang mayoritas beragama Islam, Starbucks tetap menjadi lambang dari dukungan terhadap Israel, yang dianggap sebagai musuh.

Bahkan, partai berkuasa AKP yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan juga menggelar demonstrasi di depan gerai Starbucks untuk mengecam perusahaan tersebut.

Dalam situasi yang sensitif seperti ini, tampilan cangkir kopi Starbucks di meja penyiar berita menjadi sebuah kesalahan fatal yang tidak bisa ditolerir.

TGRT Haber segera mengumumkan bahwa mereka telah memutus kontrak kerja Günay dan sutradara acara tersebut, dengan alasan bahwa mereka telah melanggar prinsip perusahaan yang melarang mengiklankan produk apapun secara sembunyi-sembunyi.

Selain itu, TGRT Haber juga menegaskan bahwa mereka memiliki pemahaman yang mengetahui kepekaan masyarakat Turki terhadap Gaza dan membela mereka sampai akhir. Mereka juga mengutuk keras tindakan presenter dan sutradara yang dianggap tidak peka dan tidak profesional.

Günay, yang berusia 45 tahun, adalah seorang penyiar berita berpengalaman yang telah bekerja di berbagai stasiun televisi di Turki. Dia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai penyiar berita terbaik pada tahun 2019.

Namun, karirnya harus berakhir dengan cara yang menyedihkan karena sebuah cangkir kopi yang tidak seharusnya ada di tempatnya.