News  

Pencinta Kocheng Harap Tenang – Realita.id

Realita.idJakarta – Seruan boikot produk Israel dan negara-negara pendukungnya terus bergema di tengah konflik yang terjadi di Palestina.

Tak hanya produk makanan, minuman, fashion, atau kosmetik yang dikonsumsi oleh manusia, produk makanan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing pun ikut menjadi sasaran boikot.

Salah satu produk yang ramai diperbincangkan adalah Whiskas, makanan kucing yang banyak dijual di berbagai minimarket di Indonesia.

Whiskas diproduksi oleh perusahaan Mars, Incorporated, yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat. Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu negara yang mendukung Israel secara politik, militer, dan ekonomi.

Selain Whiskas, Mars juga memproduksi berbagai produk makanan hewan lainnya, seperti Chappy, Pedigree, Catsan, Cesar, dan Eukanuba.

Tak hanya Mars, ada juga perusahaan lain yang diduga terafiliasi dengan Israel atau negara-negara pendukungnya, seperti Nestlé Purina PetCare Company, yang merupakan bagian dari Nestlé S.A., perusahaan multinasional asal Swiss yang terkenal dalam produksi makanan dan minuman.

Nestlé Purina memproduksi berbagai jenis makanan hewan, seperti Purina, Friskies, Felix, dan Gourmet.

Selain itu, ada juga merek makanan hewan asal Kanada, yaitu Acana, yang diproduksi oleh Champion Petfoods. Perusahaan ini juga dikenal dengan merek makanan hewan lainnya, yaitu Orijen. Ada juga merek makanan kucing asal Inggris, yaitu Dreamies, yang juga terafiliasi dengan Mars.

Seruan boikot produk-produk makanan hewan ini viral di media sosial X dan TikTok, setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram terkait penggunaan produk Israel dan negara-negara pendukungnya.

Fatwa ini tertuang dalam Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 yang berisikan Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina yang diresmikan pada Rabu (8/11/2023).

Namun, seberapa efektifkah seruan boikot ini dalam mendukung perjuangan Palestina? Menurut pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Rizal Sukma, boikot produk-produk Israel dan negara-negara pendukungnya merupakan salah satu bentuk solidaritas yang bisa dilakukan oleh masyarakat sipil.

Namun, ia menilai bahwa boikot ini tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Israel atau negara-negara pendukungnya.

“Boikot produk-produk Israel dan negara-negara pendukungnya merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan solidaritas dan dukungan kepada rakyat Palestina. Namun, saya kira dampaknya tidak akan terlalu besar, karena produk-produk tersebut hanya sebagian kecil dari total perdagangan Indonesia dengan negara-negara tersebut,” ujar Rizal.

Rizal menambahkan bahwa yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah Indonesia bisa memainkan peran diplomasi yang lebih aktif dan efektif dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

Ia menyarankan agar Indonesia bisa bekerja sama dengan negara-negara lain, terutama negara-negara Islam, untuk mendorong solusi dua negara yang adil dan berdaulat.

“Indonesia harus terus mendorong solusi dua negara yang berdasarkan pada resolusi PBB, yaitu pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat di wilayah sebelum 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Indonesia juga harus bekerja sama dengan negara-negara lain, terutama negara-negara Islam, untuk meningkatkan tekanan internasional terhadap Israel agar menghentikan agresi dan penjajahannya terhadap Palestina,” tutur Rizal.

Sementara itu, Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin, mengatakan bahwa fatwa haram terkait penggunaan produk Israel dan negara-negara pendukungnya merupakan bentuk kepedulian MUI terhadap nasib rakyat Palestina yang terus menderita akibat kekejaman Israel.

Ia mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk bersatu dan berjuang bersama-sama untuk membela hak-hak rakyat Palestina.

“Fatwa ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara kami di Palestina yang terus mengalami penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk bersatu dan berjuang bersama-sama untuk membela hak-hak rakyat Palestina. Kami juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina,” ucap Ma’ruf dalam konferensi pers yang digelar di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Ma’ruf juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, baik Muslim maupun non-Muslim, untuk turut dalam gerakan boikot produk-produk Israel dan negara-negara pendukungnya.

Ia berharap bahwa gerakan ini bisa menjadi salah satu cara untuk menunjukkan solidaritas dan simpati kepada rakyat Palestina.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, baik Muslim maupun non-Muslim, untuk turut berpartisipasi dalam gerakan boikot produk-produk Israel dan negara-negara pendukungnya. Kami berharap bahwa gerakan ini bisa menjadi salah satu cara untuk menunjukkan solidaritas dan simpati kepada rakyat Palestina. Kami juga mengharapkan agar gerakan ini bisa berjalan dengan damai dan tertib, tanpa menimbulkan kerusuhan atau kekerasan,” pungkas Ma’ruf.