News  

Megan Rice Berhenti Kaji Quran di Tiktok-nya karena Polisi Haram? – Jurnal Faktual

Realita.idBelum lama ini, seorang pengguna TikTok bernama Megan Rice, setelah memutuskan untuk mengucapkan syahadah beberapa waktu yang lalu, kini saudari Megan Rice telah memutuskan untuk menghentikan pembelajaran Alquran secara daring.

Ia mengungkapkan bahwa setelah memeluk Islam, akunnya banyak diserbu oleh “Polisi Haram” – istilah untuk orang-orang yang sibuk memberikan aturan halal-haram kepada mereka yang baru memeluk Islam tanpa memahami bahwa setiap individu memiliki perjalanan hidayah Allah yang berbeda.

Tindakan para “Polisi Haram” ini tentu saja menuai kritik dari komunitas Muslim lainnya, karena dianggap mirip dengan memaksa bayi yang baru lahir untuk berlari.

Sementara itu, Megan sendiri menegaskan bahwa ia akan menggunakan platform media sosialnya untuk beraktivitas dalam kegiatan aktivisme. Saya mengikuti perkembangan berita ini dengan perhatian.

Ia memposting video-video tentang topik-topik seperti Palestina merdeka, Kongo merdeka, bacaan Alquran, dan boikot Starbucks.

Ia memiliki 6,1 juta suka dan 621 ribu pengikut di halamannya, dan sering berinteraksi dengan tiktoker dan penggemar lainnya.

Namun, baru-baru ini, Megan Rice mengumumkan bahwa ia akan berhenti mengkaji Alquran secara online.

Alasannya, ia merasa tidak nyaman dengan banyaknya komentar negatif dan kritik dari sebagian Muslim yang ia sebut sebagai “Polisi Haram”.

Polisi Haram adalah sebutan bagi orang-orang yang sibuk menjejali mereka yang baru masuk Islam dengan aturan halal-haram tanpa menyadari bahwa mereka berangkat dari titik yang berbeda dalam menerima hidayah Allah.

Megan Rice mengaku bahwa ia memutuskan untuk bersyahadah beberapa waktu lalu setelah membaca Alquran dan merasakan kedamaian dan keindahan dalam ajaran Islam.

Ia juga mengaku terinspirasi oleh kisah-kisah para sahabat Nabi yang merupakan orang-orang terbaik dalam sejarah Islam. Ia ingin belajar lebih banyak tentang Islam dan membagikan pengalamannya dengan pengikutnya di TikTok.

Namun, ia tidak menyangka bahwa ia akan mendapat banyak hujatan dan celaan dari sebagian Muslim yang menganggap dirinya tidak cukup Islami. Ia sering dituduh sebagai munafik, murtad, atau agen Barat yang ingin merusak Islam.

Ia juga sering diminta untuk mengubah penampilannya, menghapus tato-tatonya, atau bahkan menutup akunnya.

Megan Rice merasa bahwa sikap para Polisi Haram tersebut sangat tidak adil dan tidak sesuai dengan semangat Islam yang mengajarkan toleransi, kasih sayang, dan kebijaksanaan.

Ia merasa bahwa ia masih dalam proses belajar dan membutuhkan bimbingan, bukan hukuman. Ia juga merasa bahwa ia memiliki hak untuk mengekspresikan dirinya dan berkontribusi dalam aktivisme sosial yang ia anggap penting.

Megan Rice mengatakan bahwa ia tidak akan berhenti menjadi Muslim, tetapi ia akan berhenti mengkaji Alquran secara online.

Ia mengatakan bahwa ia akan menggunakan sosial medianya untuk kegiatan aktivisme, seperti membela hak-hak rakyat Palestina, Kongo, dan lainnya.

Ia juga mengatakan bahwa ia akan tetap membaca Alquran secara pribadi dan mencari ilmu dari sumber-sumber yang terpercaya.

Keputusan Megan Rice ini mendapat dukungan dari banyak Muslim lainnya yang menghargai usahanya untuk mempelajari Islam dan mengkritik perilaku para Polisi Haram yang dianggap merugikan dakwah Islam.

Mereka berharap bahwa Megan Rice tetap istiqomah dalam imannya dan tidak terpengaruh oleh komentar-komentar negatif.

Mereka juga berharap bahwa para Polisi Haram bisa introspeksi diri dan mengubah sikapnya menjadi lebih bijak dan santun.