News  

Masker Tetap Menyertai Jemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi – Jurnal Faktual

Realita.id – Di tengah pelonggaran pembatasan Covid-19 di Arab Saudi, ada satu tempat yang tetap menerapkan protokol kesehatan ketat: dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Jemaah yang ingin beribadah di sana harus memakai masker dan menunjukkan bukti vaksinasi.

Arab Saudi, negara yang menjadi tujuan utama umat Islam untuk menunaikan ibadah haji dan umrah, telah mencabut sebagian besar aturan Covid-19 sejak awal Maret 2022.

Masker tidak lagi diwajibkan di tempat-tempat tertutup, kecuali di dua masjid suci.

Jarak sosial juga tidak lagi diberlakukan di pertemuan sosial atau fasilitas publik, termasuk transportasi, restoran, dan bioskop.

Kebijakan ini didasarkan pada rekomendasi otoritas kesehatan kerajaan, yang mengklaim bahwa situasi pandemi di negara tersebut telah terkendali.

Sejak awal pandemi, Arab Saudi telah mencatat lebih dari 778.000 kasus virus corona dari 34 juta penduduk. Sebanyak 9.100 kasus berakhir fatal.

Namun, di dua masjid suci, Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, tempat Nabi Muhammad dimakamkan, penggunaan masker masih diwajibkan.

Selain itu, jemaah juga harus melakukan reservasi melalui aplikasi khusus, Tawakalna atau Eatmarna, untuk mendapatkan izin masuk.

Aplikasi ini akan memverifikasi status kesehatan dan vaksinasi jemaah. Hanya mereka yang telah divaksinasi penuh, sembuh dari Covid-19 dalam enam bulan terakhir, atau memiliki hasil tes PCR negatif dalam 72 jam terakhir yang dapat mengakses dua masjid suci.

Langkah ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 di antara jemaah, yang datang dari berbagai negara dan latar belakang.

Arab Saudi telah membuka kembali pintunya untuk jemaah umrah dari luar negeri sejak November 2021, dengan kuota terbatas dan syarat-syarat tertentu.

Pada musim haji 2022, Arab Saudi juga mengizinkan sekitar 850.000 jemaah dari dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi dalam ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim sekali seumur hidup.

Jumlah ini jauh lebih besar dari tahun sebelumnya, yang hanya 60.000 jemaah, namun masih jauh dari angka normal sebelum pandemi, yang mencapai jutaan.

Salah satu jemaah umrah asal Indonesia, Ahmad, mengatakan bahwa ia merasa aman dan nyaman beribadah di Masjidil Haram dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ia mengaku tidak keberatan memakai masker selama berada di sana, meski cuaca panas dan lembap.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa datang ke tanah suci di tengah pandemi ini. Saya merasa terlindungi dengan aturan-aturan yang ada. Memakai masker itu kan untuk kebaikan kita sendiri dan orang lain. Saya tidak mau ambil risiko tertular atau menularkan Covid-19 di tempat suci ini,” ujarnya kepada Kompas-, Minggu (1/1/2024).

Ahmad menambahkan, ia juga mengikuti anjuran pihak berwenang untuk tidak berlama-lama di dua masjid suci, agar memberi kesempatan bagi jemaah lain untuk beribadah.

Ia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir dan umat Islam dapat kembali berhaji dan umrah dengan lancar dan aman.

“Semoga Allah mengangkat wabah ini dari muka bumi dan memberi kesembuhan bagi yang sakit. Semoga Allah juga memberi kemudahan bagi yang ingin berhaji dan umrah, dan menerima ibadah kita semua,” doanya.