oleh

Lomba Video Pendek BNPT Catatkan Rekor MURI

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta mencatatkan Rekor MURI.

Tiga rekor yang sekaligus dipecahkan dan diserahkan ke BNPT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan FKPT DKI Jakarta.

“BNPT memperoleh rekor sebagai penggagas program, Pemerintah DKI Jakarta, dalam hal ini diserahkan kepada Bapak Gubernur sebagai pendukung program, dan kami dari FKPT sebagai pelaksana.” jelas Ketua FKPT DKI Jakarta, Taufan Bakri. Rabu (25/11/2020).

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat rekor Lomba video pendek untuk kalangan pelajar SMA dan sederajat yang berhasil mengumpulkan 1.079 karya, 851 di antaranya dibuat oleh pelajar-pelajar DKI Jakarta.

Baca :  Bule Asal Simeonova di Temukan Tewas, Terdapat Tusukan di Bagian Leher

Lomba video pendek merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan di program Pelibatan Pelajar dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan oleh BNPT dan FKPT seluruh Indonesia.

Ketua FKPT DKI Jakarta, Taufan Bakri berharap prestasi semacam ini akan mendorong semangat kalangan pelajar dalam memerangi terorisme.

“Semoga prestasi ini bisa terus memompa semangat dan motivasi pencegahan terorisme, khususnya terhadap pelajar dan generasi muda,” kata Taufan Bakri.

Proses penyerahan piagam rekor dilakukan di Hotel kartika Chandra, Jakarta oleh Senior Manajer MURI, Jusuf Ngadri.

Sebagai penerima adalah Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, Plt. Asisten Pemerintahan Sekdaprov DKI Jakarta, Premi Lasari, dan Taufan Bakri selaku Ketua FKPT DKI Jakarta.

Baca :  Terdapat Tanda SOS di Pulau Laki, Titik area jatuhnya pesawat sriwijaya air

Keberhasilan memecahkan rekor MURI tersebut, jelas Hamry Gusman, tak lepas dari kerjasama apik seluruh pihak, baik di BNPT, FKPT, maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

“Ada 500 sekolah di 5 wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu yang kami libatkan untuk lomba ini. Kami door to door bagaimana para siswa di sekolah-sekolah itu bisa terlibat aktif menghasilkan karya yang menceritakan bahaya terorisme,” jelas Hamry, Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT DKI Jakarta. -syr-

Komentar