oleh

Kuasai Materi Debat, Ketua AMPG Gorontalo Sebut Saipul sebagai Ksatria

Gorontalo – Calon Bupati Pohuwato Saipul A Mbuinga saat debat kandidat calon Bupati Pohuwato berhasil menjelaskan visi dan misi programnya dengan jelas dan bisa dipahami masyarakat.

Wakil Ketua PD AMPG provinsi Gorontalo, Romatun Alamri yang menyaksikan melalui siaran langsung televisi menyebut, Saipul tampil dengan tenang dan tertata dalam menjelaskan visi misi dan program, atau menjawab pertanyaan dengan kandidat lain.

“Menurut saya, pendebat yang baik adalah yang mampu menjelaskan isi pikirannya sesuai dengan yang diinginkan masyarakat, bukan isi pikirannya sendiri. Dan itu mampu dilakukan pak Saipul.” kata Romatun Alamri. Sabtu (7/11).

“Ia mampu menjelaskan dengan bahasa yang mampu dipahami masyarakat. Sehingga kita semua paham apa yang ia ingin laksanakan nanti setelah menjabat,” sambungnya.

Dalam empat sesi debat, ujar Romatun, terlihat Saipul yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Pohuwato, tidak mengada-ada dalam menjelaskan program yang akan dijalankannya nanti.

Baca :  Dukung Program Vaksinasi Covid, Begini Saran Nasir Giasi saat Bahas APBD 2021

Menurutnya, Saipul tahu permasalahan di tiap kecamatan, dan tahu program apa yang akan dijalankan dalam bidang ekonomi nanti ketika terpilih.

Dalam penjelasan membangun berbasis potensi keunggulan kawasan, calon Bupati nomor urut Empat ini dapat menjelaskan dengan pijakan data dan sumber yang tepat.

Menurut Romantun, ketika seseorang berbicara data, maka yang menjadi acuan awal adalah, dari mana sumber data itu berasal. Saipul menyebutkan Randangan, Duhiadaa, Taluditi, Lemito dan Paguat sebagai daerah-daerah yang memiliki sumber daya khusus berdasarkan potensi alamnya. Kemudian Marisa dan Buntulia sebagai wilayah yang mampu mengeksplorasi usaha jasa dan perdagangan. 

Baca :  Lomba Video Pendek BNPT Catatkan Rekor MURI

“Ia juga tidak bermain kata-kata dalam penjelasan maupun dalam menjawab pertanyaan kandidat lain. Tidak bersikap tinggi hati dengan bahasanya, seakan-akan paling sempurna. Ia bicara dengan tepat, lugas dan tidak menjatuhkan kandidat lain,” jelas Romantun.

Selain itu, Saipul juga mampu menghormati kandidat lain dengan pertanyaan-pertanyaan yang elegan dan akademis. Sehingga para kandidat pun mampu dibuatnya menjawab dengan panjang.

“Istilahnya dalam pertarungan para ksatria, bertarung dengan terhormat, menjatuhkan dengan ksatria. Ketika lawan hanya tinggal bertahan dengan tangan kosong tanpa senjata, maka cara seorang ksatria juga menjatuhkanya dengan tangan kosong.” kata Romantun yang pernah menjabat Presiden BEM Universitas Gorontalo.

“Dan itu mampu dilakukan pak Saipul, sebagai pendidikan politik kepada masyarakat,” pungkasnya.  -fdl-

Komentar