News  

Kenapa Orang Indonesia Lebih Suka Jadi PNS daripada Pengusaha? Apakah Ini soal Mindset? – Jurnal Faktual

Realita.id – Kenapa begitu banyak orang Indonesia lebih memilih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) daripada menjadi pengusaha? Apakah ini hanya soal keamanan pekerjaan, ataukah ada faktor-faktor psikologis yang lebih dalam yang memengaruhinya?

Menjadi PNS menawarkan keamanan pekerjaan dan jaminan sosial yang kuat. Gaji tetap, tunjangan, serta berbagai fasilitas kesehatan dan pensiun menjadi magnet bagi banyak orang. Hal ini tidak mengherankan mengingat kondisi ekonomi yang kadang tidak pasti di Indonesia.

Untuk menjadi pengusaha, seringkali diperlukan modal dan risiko yang cukup besar.

Banyak orang Indonesia mungkin tidak memiliki akses ke modal yang cukup atau tidak ingin mengambil risiko yang terkait dengan menjadi pengusaha. PNS, dengan gaji tetap dan keamanan finansial, memberikan rasa nyaman bagi banyak orang.

Di masyarakat Indonesia, status menjadi PNS masih dianggap prestisius. Keluarga dan teman seringkali memberikan penghargaan dan apresiasi lebih kepada mereka yang berhasil menjadi PNS.

Hal ini bisa menjadi faktor psikologis yang kuat yang memengaruhi pilihan karir seseorang.

Berpengalaman di Indonesia, tidak semua usaha menghasilkan keuntungan. Banyak orang mungkin takut gagal dan tidak mampu mengatasi tekanan finansial yang timbul dari kegagalan usaha. Sebaliknya, menjadi PNS memberikan rasa aman dan stabil secara finansial.

Sistem pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya menekankan pada pengembangan keterampilan kewirausahaan. Banyak orang tidak dilatih untuk menjadi pengusaha, sehingga lebih memilih jalur konvensional menjadi PNS.

Budaya keluarga dan lingkungan sosial juga berperan penting. Di banyak keluarga, menjadi PNS dianggap sebagai pilihan yang paling aman dan terhormat. Hal ini dapat memengaruhi pilihan karir seseorang sejak dini.

Kesimpulannya, banyaknya orang Indonesia yang lebih memilih menjadi PNS daripada pengusaha bukanlah sekadar soal keamanan pekerjaan atau gaji yang menarik.

Faktor-faktor psikologis, budaya, dan lingkungan sosial memainkan peran penting dalam membentuk mindset tersebut.

Untuk merubah tren ini, diperlukan upaya yang lebih besar dalam mendukung pengembangan kewirausahaan dan mengubah persepsi masyarakat terhadap profesi yang berbasis inovasi dan risiko.