oleh

Kasus Corona Klaster Perkantoran di Gorontalo Mencapai 44 Persen

Gorontalo – Analisa Gugus Tugas Covid-19 Gorontalo terhadap tingginya Kasus infeksi virus Corona di Gorontalo karena di masa adaptasi baru masyarakat tidak memperhatikan pentingnya protokol kesehatan.

Kasus terkonfirmasi melonjak menjadi 416 kasus pada 14 hari pertama masa adaptasi kebiasaan baru, dari yang tadinya 256 kasus terkonfirmasi pada saat berakhirnya PSBB tahap ketiga. Kini, seluruh kabupaten dan kota di provinsi Gorontalo telah berstatus zona merah atau berisiko tinggi penularan virus corona.

Dokter Triyanto menjelaskan, penambahan jumlah kasus virus corona rata-rata hanya 3 kasus per hari pada saat berakhirnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung selama 14 hari mulai 2 Juli 2020.

Baca :  PDIP Pohuwato: Ada Kemiripan Program SYAH dan SMS

Namun ketika memasuki adaptasi kebiasaan baru, kasus infeksi virus corona di wilayah Gorontalo mulai meningkat.

Triyanto memaparkan dari 1.285 kasus positif per 2 Agustus, sekitar 44.6 persen berasal dari klaster pegawai negeri dan pegawai tidak tetap (PTT).

Data Gugus Tugas Covid-19 Gorontalo menunjukkan per 5 Agustus, Kota Gorontalo memuncaki jumlah kasus positif terbanyak dengan 466 kasus. Kabupaten Gorontalo menyusul di urutan kedua dengan 425 dan Kabupaten Boalemo dengan 230 kasus.

Kasus kematian akibat virus corona di Provinsi Gorontalo dilaporkan sebanyak 38 orang. Mereka yang meninggal berusia antara 40 hingga 75 tahun.

Baca :  Partai Berkarya Pohuwato Sebut Dukungan Paslon SMS Terus Bertambah

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (6/8), menjelaskan Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, dan Gorontalo Utara yang sebelumnya dikategorikan zona oranye (risiko sedang), berubah menjadi zona merah (risiko tinggi).

Sebelumnya kabupaten Bone Bolango, Boalemo dan Kota Gorontalo juga telah lebih dulu dikategorikan sebagai zona merah.

Masyarakat diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan agar virus corona tidak makin mewabah di provinsi Gorontalo. (/red)

Komentar