News  

Jebolan KDI Tercoreng! Abdul Sahid Diduga Eksploitasi Pekerja Migran Lewat Skema Perdagangan Manusia – Jurnal Faktual

Realita.id – Mataram, 11 Mei 2024 – Abdul Sahid, mantan bintang Kontes Dangdut Indonesia (KDI), kini terjerat dalam kasus yang jauh dari gemerlap panggung hiburan.

Sahid dan dua rekannya ditangkap oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) atas dugaan terlibat dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Australia.

Dari Panggung ke Penjara

Sahid, yang pernah lolos 20 besar dalam ajang pencarian bakat penyanyi dangdut nasional, kini harus menghadapi kenyataan pahit.

Dengan berbekal nama artis dangdut, Sahid dan dua pelaku lainnya menjanjikan para korban dapat bekerja sebagai pemetik buah di Australia dengan iming-iming gaji Rp 60 juta per bulan.

Namun, setelah para korban menyetor uang, mereka tidak juga berangkat ke Australia.

Modus Operandi

Sahid berperan sebagai sponsor yang menjanjikan para korbannya untuk bekerja ke Australia.

Sementara itu, dua rekannya berinisial MS dan HW berperan sebagai perekrut calon pekerja migran Indonesia (CPMI) NTB yang dijanjikan bekerja di luar negeri.

Para korban sebagian besar berasal dari Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah.

Keuntungan dan Kerugian

Dalam kasus ini, para pelaku diduga menipu sejumlah calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal NTB yang dijanjikan bekerja ke Australia.

Ketiganya bahkan mendapat keuntungan ratusan juta rupiah. Namun, bagi para korban, janji kerja di Australia hanyalah mimpi yang berakhir dengan penipuan dan kerugian materi.

Hukuman

Atas perbuatannya, Sahid dan dua tersangka lainnya terancam paling singkat 15 tahun pidana penjara.

Mereka dijerat Pasal 10, Pasal 11 juncto Pasal 4 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 81 juncto Pasal 69 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Penutup

Kasus Abdul Sahid adalah contoh nyata bahwa kejahatan perdagangan manusia masih menjadi ancaman serius di masyarakat kita.

Mari kita belajar dari kasus ini dan selalu waspada terhadap modus penipuan semacam ini. Ingatlah, tidak ada yang instan dalam meraih kesuksesan. Jangan mudah tergiur oleh janji manis yang pada akhirnya hanya akan membawa kerugian.