News  

Israel Klaim Habisi Ahli Senjata Hamas di Jalur Gaza – Realita.id

Realita.idDalam perang yang telah berlangsung selama sebulan, Israel mengklaim telah membunuh salah satu tokoh penting Hamas yang bertanggung jawab atas pengembangan dan produksi senjata dan roket.

Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi oleh pihak independen.

Siapa  Mohsen Abu Zina

Mohsen Abu Zina adalah nama yang disebut oleh Israel sebagai kepala departemen industri dan senjata Hamas.

Menurut Israel, Abu Zina adalah salah satu ahli senjata terkemuka Hamas dan ahli dalam mengembangkan senjata strategis dan roket yang digunakan oleh teroris Hamas.

Israel mengatakan bahwa Abu Zina tewas dalam serangan jet tempur Israel berdasarkan intelijen dari Badan Keamanan Israel (Shin Bet) dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Bagaimana cara Israel membunuhnya?

Israel mengatakan bahwa pasukannya terus beroperasi di dalam Jalur Gaza untuk membunuh teroris dan mengarahkan pesawat untuk menyerang infrastruktur teror.

Israel mengatakan bahwa pasukannya mengidentifikasi sebuah sel teroris yang berencana untuk menembakkan rudal anti-tank ke arah pasukan Israel dan mengarahkan sebuah pesawat yang menyerang sel tersebut dan membunuh beberapa teroris.

Israel juga mengatakan bahwa pasukannya mengarahkan sebuah pesawat untuk menyerang sebuah sel teroris yang bertanggung jawab meluncurkan roket ke arah Israel. Beberapa teroris tewas dalam serangan tersebut, kata Israel.

Reaksi Hamas

Hamas belum mengkonfirmasi atau membantah klaim Israel tentang kematian Abu Zina. Hamas juga belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang serangan-serangan Israel yang lain.

Namun, Hamas terus melancarkan roket ke arah Israel sebagai balasan atas serangan Israel. Hamas mengatakan bahwa roket-roketnya adalah bentuk perlawanan terhadap agresi dan penjajahan Israel.

Dampak

Jika klaim Israel benar, maka kematian Abu Zina bisa menjadi pukulan besar bagi Hamas, yang bergantung pada senjata dan roket untuk melawan Israel.

Abu Zina bisa menjadi salah satu otak di balik serangan-serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera lebih dari 200 orang di Israel.

Namun, klaim Israel juga bisa memicu kemarahan dan pembalasan dari Hamas, yang bisa memperpanjang dan memperparah konflik ini.

Harapan untuk Perdamaian

Perang antara Israel dan Hamas telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang mengerikan di Jalur Gaza, di mana lebih dari 10.300 orang telah tewas menurut kementerian kesehatan yang dijalankan oleh Hamas, termasuk lebih dari 4.100 anak-anak.

Jalur Gaza juga mengalami kekurangan pasokan makanan, air bersih, bahan bakar, dan obat-obatan. Israel telah membuka koridor kemanusiaan untuk memungkinkan warga Gaza mengungsi ke zona aman di selatan di luar Wadi Gaza, meskipun mendapat tembakan dari teroris Hamas.

Israel mengatakan bahwa tujuannya bukan untuk menduduki seluruh Kota Gaza, tetapi untuk menghancurkan pusat-pusat Hamas di kota itu, termasuk markas besar di bawah Rumah Sakit Shifa, masjid-masjid utama, dan pusat-pusat saraf lainnya.

Israel mengatakan bahwa dengan cara ini, akan memungkinkan untuk mencapai tujuan perang ini.

Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa telah sepakat untuk menyerukan pembukaan koridor kemanusiaan dan gencatan senjata di Jalur Gaza untuk memungkinkan bantuan makanan, air, dan obat-obatan mencapai warga Palestina.

Mereka juga mendukung konferensi perdamaian tentang solusi dua negara, yang merupakan panggilan dari Presiden Spanyol.

Namun, seruan ini belum mendapat respons positif dari Israel atau Hamas, yang masih bersikeras pada posisi mereka masing-masing.