News  

Hari Bersejarah Sang Jagal dari Balkan yang Menghadapi Pengadilan Internasional – Jurnal Faktual

Realita.idPada tanggal 12 Februari 2002, seorang pria berusia 60 tahun berjalan menuju ruang sidang di Den Haag, Belanda, dengan wajah datar dan sikap angkuh.

Dia bukan sembarang pria, melainkan mantan Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic, yang dijuluki “Jagal dari Balkan” karena diduga bertanggung jawab atas genosida dan kejahatan perang yang menewaskan ratusan ribu orang di Bosnia, Kroasia, dan Kosovo pada tahun 1990-an.

Milosevic adalah pemimpin pertama yang diadili oleh Mahkamah Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY), sebuah pengadilan khusus yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengadili pelaku kejahatan kemanusiaan di wilayah Balkan.

Dia menghadapi 66 dakwaan, termasuk genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pelanggaran hukum perang.

Namun, Milosevic tidak mengakui otoritas pengadilan tersebut, dan memilih untuk menjadi pengacara bagi dirinya sendiri.

Dia menolak semua tuduhan, dan menuduh pengadilan sebagai alat politik Barat untuk mendiskreditkan dirinya dan bangsa Serbia. Dia juga menantang kesaksian para saksi, bukti-bukti, dan ahli-ahli yang dihadirkan oleh penuntut.

Sidang Milosevic berlangsung selama empat tahun, dan menjadi salah satu persidangan terpanjang dan terkompleks dalam sejarah hukum internasional.

Namun, sidang tersebut tidak pernah mencapai tahap akhir, karena Milosevic meninggal dunia karena serangan jantung di sel penjaranya pada 11 Maret 2006, sebelum putusan pengadilan diumumkan.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di Yugoslavia, dan mengapa Milosevic harus diadili? Bagaimana pula dampak dari peristiwa tersebut bagi politik dan sosial di kawasan Balkan dan dunia? Mari kita ulas lebih dalam dalam artikel ini.

Latar Belakang Konflik Yugoslavia