News  

Busana Tunik, Bukan Cuma Modis Tapi Juga Syar’i! Ini Dia Sejarahnya yang Jarang Diketahui! – Jurnal Faktual

Realita.id – Busana tunik mungkin sudah tidak asing lagi bagi para muslimah yang ingin tampil modis dan syar’i.

Busana tunik adalah busana yang panjangnya sampai pinggul atau di atas lutut, dengan lengan panjang atau pendek, dan biasanya dipadukan dengan celana, rok, atau legging.

Busana tunik memiliki berbagai model, warna, dan bahan, yang dapat disesuaikan dengan selera dan kebutuhan penggunanya.

Namun, tahukah Anda bahwa busana tunik sebenarnya bukan berasal dari dunia Islam, melainkan dari dunia Barat?

Busana tunik memiliki sejarah yang panjang dan menarik, yang mencerminkan perkembangan budaya, agama, dan politik di berbagai zaman dan tempat.

Asal Muasal Busana Tunik

Busana tunik pertama kali dikenakan oleh orang Yunani Kuno, yang menyebutnya tunica. Tunica adalah pakaian tanpa lengan yang dikenakan di bawah chiton, yaitu pakaian berlengan yang terbuat dari kain linen atau wol.

Tunica biasanya berwarna putih atau krem, dan memiliki variasi panjang dan lebar sesuai dengan status sosial pemakainya.

Tunica kemudian diadaptasi oleh orang Romawi, yang juga menyebutnya tunica. Tunica Romawi memiliki lengan pendek atau panjang, dan dikenakan di bawah toga, yaitu pakaian luar yang melambangkan kewarganegaraan dan martabat Romawi.

Tunica Romawi biasanya berwarna putih, tetapi juga ada yang berwarna merah, ungu, atau biru, tergantung pada jabatan dan profesi pemakainya.

Tunica Romawi juga menyebar ke wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Kekaisaran Romawi, termasuk ke Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Tunica menjadi pakaian sehari-hari bagi berbagai kalangan, mulai dari petani, tentara, budak, hingga bangsawan.

Tunica juga menjadi pakaian yang dikenakan oleh para pengikut agama Kristen, yang pada awalnya merupakan agama minoritas di bawah tekanan Romawi.

Perkembangan Busana Tunik di Dunia Islam

Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, tunica tetap bertahan sebagai pakaian populer di Eropa, terutama di kalangan rakyat jelata dan kaum rohaniwan.

Tunica juga dipengaruhi oleh gaya pakaian dari bangsa-bangsa yang menyerbu Eropa, seperti bangsa Jermanik, Viking, dan Norman. Tunica Eropa biasanya terbuat dari kain wol atau linen, dan memiliki variasi bentuk, ukuran, dan hiasan.

Sementara itu, di Timur Tengah, tunica juga berkembang seiring dengan munculnya agama Islam dan ekspansi kekhalifahan Islam. Tunica diadaptasi oleh orang Arab, Persia, Turki, dan bangsa-bangsa lain yang masuk Islam, dengan nama-nama yang berbeda, seperti thawb, qamis, dishdasha, kurta, dan caftan.

Tunica Islam biasanya terbuat dari kain katun, sutra, atau brokat, dan memiliki variasi warna, bordir, dan motif.

Tunica Islam menjadi pakaian yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu menutup aurat, tidak ketat, tidak menerawang, dan tidak menyerupai pakaian lawan jenis atau pakaian orang kafir.

Tunica Islam juga menjadi pakaian yang nyaman dan praktis, terutama di daerah-daerah yang beriklim panas dan kering. Tunica Islam juga menjadi pakaian yang elegan dan prestisius, terutama bagi para penguasa dan ulama.

Perkembangan Busana Tunik di Indonesia

Di Indonesia, tunica masuk bersama dengan masuknya Islam, yang dibawa oleh para pedagang, ulama, dan misionaris dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Tunica menjadi salah satu pakaian yang dikenakan oleh para muslim Indonesia, terutama di daerah-daerah pesisir dan perkotaan. Tunica Indonesia biasanya terbuat dari kain tenun, batik, atau songket, dan memiliki variasi corak, warna, dan aksesori.

Tunica Indonesia juga mengalami perkembangan seiring dengan perubahan zaman dan pengaruh budaya asing. Tunica Indonesia dipengaruhi oleh gaya pakaian dari bangsa-bangsa yang menjajah Indonesia, seperti Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Tunica Indonesia juga dipengaruhi oleh gaya pakaian dari bangsa-bangsa yang berhubungan dengan Indonesia, seperti Melayu, Cina, Arab, dan India.

Tunica Indonesia juga mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan dunia fashion dan industri kreatif.

Tunica Indonesia menjadi salah satu produk yang dihasilkan oleh para desainer, produsen, dan pengusaha fashion muslim Indonesia, yang kreatif dan inovatif.

Tunica Indonesia menjadi salah satu pilihan yang disukai oleh para muslimah Indonesia, yang modis dan religius.

Busana Tunik di Era Modern

Saat ini, busana tunik menjadi salah satu tren fashion yang digemari oleh banyak orang, tidak hanya oleh muslimah, tetapi juga oleh non-muslimah.

Busana tunik menjadi salah satu pakaian yang cocok untuk berbagai kesempatan, baik formal maupun informal, baik santai maupun serius, baik musim panas maupun musim dingin. Busana tunik menjadi salah satu pakaian yang dapat menampilkan gaya, kepribadian, dan identitas seseorang.

Busana tunik juga menjadi salah satu pakaian yang mudah didapatkan dan dipadukan. Busana tunik tersedia di berbagai toko, pasar, online shop, maupun butik, dengan harga yang bervariasi, mulai dari yang murah hingga yang mahal, tergantung pada kualitas, merek, dan desainnya. Busana tunik juga dapat dipadukan dengan berbagai pakaian lain, seperti celana, rok, legging, jaket, blazer, cardigan, maupun hijab.

Dengan jejak sejarah yang kaya, busana tunik telah menjelma menjadi lebih dari sekadar pakaian, melainkan sebuah simbol budaya yang terus berkembang seiring waktu dan kebutuhan