News  

Bos Unilever Indonesia Mengundurkan Diri Kenapa? – Realita.id

Realita.id – Unilever Indonesia, salah satu perusahaan konsumen terbesar di Indonesia, baru-baru ini mengalami pergantian kepemimpinan di jajaran direksi.

Beberapa bos Unilever Indonesia mengundurkan diri dari jabatannya, baik karena alasan pribadi maupun karena mendapat penempatan baru di perusahaan afiliasi Unilever.

Salah satu yang paling mengejutkan adalah pengunduran diri Ira Noviarti, Presiden Direktur Unilever Indonesia, yang secara resmi mengumumkan keputusannya pada 24 Oktober 2023.

Ira mengatakan bahwa pengunduran dirinya disebabkan oleh alasan pribadi, dan akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan selanjutnya.

Ira Noviarti adalah sosok yang cukup berpengaruh di Unilever Indonesia. Ia bergabung dengan perusahaan sejak tahun 1994, dan menjabat sebagai Presiden Direktur sejak tahun 2019.

Di bawah kepemimpinannya, Unilever Indonesia berhasil mencatatkan kinerja yang positif, meskipun menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19.

Pada kuartal II-2023, Unilever Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp 3,4 triliun, naik 12,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bersih perusahaan juga meningkat 8,6% menjadi Rp 13,6 triliun, didorong oleh pertumbuhan volume penjualan dan harga jual rata-rata.

Selain itu, Ira Noviarti juga dikenal sebagai sosok yang peduli dengan isu-isu sosial dan lingkungan.

Ia aktif menginisiasi berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan, seperti pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, peningkatan kesehatan dan kebersihan masyarakat, serta perlindungan lingkungan hidup.

Ira Noviarti juga merupakan salah satu perempuan pertama yang menjabat sebagai Presiden Direktur Unilever Indonesia, dan menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda di Indonesia. Ia juga mendapat penghargaan sebagai salah satu CEO of The Year 2020 dari Majalah SWA.

Pengunduran diri Ira Noviarti tentu menimbulkan pertanyaan, siapa yang akan menggantikannya sebagai Presiden Direktur Unilever Indonesia?

Belum ada pengumuman resmi dari perusahaan, namun menurut beberapa sumber nama yang berpeluang besar adalah Sanjiv Mehta, yang saat ini menjabat sebagai Chairman and Managing Director Unilever India.

Sanjiv Mehta adalah seorang profesional yang berpengalaman di bidang manajemen dan pemasaran. Ia telah bekerja di Unilever sejak tahun 1992, dan pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris Unilever Indonesia pada tahun 2011-2013.

Ia juga dianggap sebagai sosok yang berhasil mengembangkan bisnis Unilever di India, salah satu pasar terbesar bagi Unilever.

Namun, penggantian Ira Noviarti bukanlah satu-satunya perubahan di jajaran direksi Unilever Indonesia.

Sebelumnya, pada bulan Juli 2022, Unilever Indonesia juga mengumumkan pengunduran diri Hemant Bakshi selaku Presiden Komisaris dan Rizki Raksanugraha selaku Direktur Perseroan.

Hemant Bakshi mengundurkan diri karena akan menempati posisi baru di perusahaan yang terafiliasi dengan Unilever Indonesia, sedangkan Rizki Raksanugraha mengundurkan diri karena alasan pribadi.

Sebagai pengganti Hemant Bakshi, Unilever Indonesia mengusulkan Sanjiv Mehta untuk mengisi jabatan presiden komisaris yang baru pada Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya pada 28 Juli 2022.

Sementara itu, pada bulan Juni 2022, Unilever Indonesia juga ditinggal dua bos sekaligus, yaitu Badri Narayanan dan Veronika Winanti Wahyu.

Badri Narayanan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur karena akan mendapat penempatan baru di perusahaan afiliasi Unilever, sedangkan Veronika Winanti Wahyu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur karena alasan pribadi.

Dengan begitu, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, Unilever Indonesia telah kehilangan enam bos dari jajaran direksinya. Hal ini tentu menimbulkan spekulasi, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar perusahaan raksasa ini? Apakah ada masalah internal yang menyebabkan para bos Unilever Indonesia mengundurkan diri? Ataukah ini merupakan bagian dari strategi Unilever untuk melakukan rotasi dan regenerasi di jajaran manajemen?

Menurut analis pasar modal, pergantian direksi Unilever Indonesia tidak perlu dikhawatirkan, karena hal ini merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi di perusahaan multinasional.

Selain itu, Unilever Indonesia masih memiliki tim manajemen yang solid dan profesional, yang mampu menjaga kinerja dan reputasi perusahaan.

“Menurut saya, ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan, karena Unilever Indonesia adalah perusahaan yang sudah mapan dan memiliki sistem manajemen yang baik.

Pergantian direksi ini mungkin hanya bagian dari rotasi dan regenerasi yang dilakukan oleh Unilever secara global, untuk memberikan kesempatan kepada para profesional muda untuk berkembang dan berkontribusi di perusahaan,” ujar Rizal, analis pasar modal dari PT Mandiri Sekuritas.

Rizal menambahkan, Unilever Indonesia masih memiliki prospek yang cerah di pasar Indonesia, karena memiliki portofolio produk yang kuat dan beragam, serta loyalitas konsumen yang tinggi.

Unilever Indonesia juga terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan perilaku dan preferensi konsumen, terutama di masa pandemi Covid-19.

“Unilever Indonesia masih memiliki pangsa pasar yang besar dan dominan di Indonesia, karena produk-produknya sudah dikenal dan dipercaya oleh masyarakat. Unilever Indonesia juga terus mengembangkan produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya,” tutur Rizal.

Dengan demikian, pengunduran diri bos Unilever Indonesia tidak berarti bahwa perusahaan ini mengalami masalah atau krisis.

Justru sebaliknya, hal ini menunjukkan bahwa Unilever Indonesia memiliki sistem manajemen yang dinamis dan fleksibel, yang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis dan mengembangkan potensi sumber daya manusianya.