News  

Benarkah Huawei Ponsel yang Dipakai Hamas Anti Sadap? – Realita.id

Realita.idSaat Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada akhir pekan lalu, banyak yang bertanya-tanya bagaimana kelompok militan Palestina itu bisa menyusun rencana tanpa terdeteksi oleh intelijen Israel yang terkenal canggih.

Salah satu teori yang beredar di media sosial adalah bahwa para pemimpin dan pejuang Hamas menggunakan ponsel dan perangkat elektronik Huawei, perusahaan teknologi asal China yang dikenal memiliki sistem keamanan tinggi.

Huawei adalah salah satu produsen ponsel terbesar di dunia, yang bersaing dengan merek-merek seperti Samsung, Apple, dan Xiaomi.

Namun, Huawei juga menjadi sasaran sanksi dan tuduhan dari pemerintah Amerika Serikat dan sekutunya, yang mengklaim bahwa perusahaan itu berpotensi menjadi alat mata-mata China dan membahayakan keamanan nasional negara-negara Barat.

Huawei membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa produk-produknya aman dan tidak ada bukti bahwa perusahaan itu berkolaborasi dengan pemerintah China.

Huawei juga terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi keamanan yang dapat melindungi privasi dan data penggunanya dari upaya peretasan dan penyadapan.

Salah satu contoh inovasi Huawei adalah sistem operasi HarmonyOS, yang diluncurkan pada tahun 2019 sebagai alternatif dari Android milik Google. HarmonyOS diklaim lebih cepat, lebih hemat energi, dan lebih tahan terhadap serangan siber daripada Android.

HarmonyOS juga tidak bergantung pada layanan Google, yang dilarang oleh pemerintah China, sehingga Huawei dapat mengontrol sepenuhnya aplikasi dan layanan yang tersedia di ponselnya.

Selain HarmonyOS, Huawei juga memiliki sistem keamanan lain yang disebut Huawei Mobile Services (HMS), yang merupakan kumpulan aplikasi dan layanan yang dapat digunakan oleh pengguna Huawei tanpa perlu mengakses Google Play Store.

HMS mencakup fitur-fitur seperti Huawei ID, Huawei Cloud, Huawei Wallet, Huawei AppGallery, Huawei Browser, Huawei Assistant, dan Huawei Themes.

HMS juga memiliki fitur keamanan seperti Huawei Mobile Cloud, yang dapat menyimpan data pengguna di server Huawei yang terenkripsi, dan Huawei Phone Clone, yang dapat memindahkan data dari ponsel lama ke ponsel baru Huawei tanpa perlu menggunakan kabel atau internet.

Dengan sistem keamanan yang kuat dan independen, Huawei dapat menawarkan perlindungan yang lebih baik bagi penggunanya dari upaya penyadapan dan peretasan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang, termasuk agen intelijen negara-negara Barat.

Hal ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Hamas memilih Huawei sebagai ponsel andalannya dalam berkomunikasi dan merencanakan serangan terhadap Israel.

Namun, tidak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa Huawei benar-benar berperan dalam keberhasilan Hamas mengelabui intelijen Israel. Teori ini hanya didasarkan pada spekulasi dan dugaan dari pengguna media sosial, yang mungkin terpengaruh oleh citra Huawei sebagai perusahaan yang anti-Amerika dan pro-China.

Selain itu, ada kemungkinan bahwa Hamas menggunakan metode lain untuk menghindari deteksi, seperti menggunakan kode rahasia, mengubah frekuensi, atau memanfaatkan celah keamanan di sistem Israel.

Meskipun begitu, teori ini menunjukkan bahwa Huawei memiliki reputasi yang cukup baik di kalangan kelompok-kelompok yang ingin melawan dominasi Barat, terutama Amerika Serikat, dalam bidang teknologi dan keamanan.

Huawei juga menunjukkan bahwa perusahaan itu mampu bersaing dan bertahan di tengah tekanan dan tantangan yang dihadapinya. Huawei, ponsel anti sadap yang dipakai Hamas, mungkin bukan hanya slogan belaka, tetapi juga sebuah kenyataan.