News  

Bali Mandara Toll Road, Jalan Tol Atas Laut yang Unik dan Indah – Jurnal Faktual

Realita.idBali Mandara Toll Road atau Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Toll Road adalah jalan tol yang dibangun di atas jembatan yang melintasi Teluk Benoa.

Jalan tol sepanjang 12,7 kilometer ini menghubungkan Kota Denpasar dan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai.

Jalan tol ini dibangun dengan biaya Rp 2,48 Triliun (USD 220 juta) dan bertujuan untuk mencegah kemacetan di Jalan Bypass Ngurah Rai, yang sebelumnya merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan wilayah Bali di sisi berlawanan bandara.

Jalan tol ini mulai dibangun pada Maret 2012 dan selesai pada Oktober 2013. Jalan tol ini secara resmi dibuka pada 23 September 2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Pada KTT APEC 2013 di Bali.

Jalan tol ini dilewati oleh beberapa pemimpin negara. Jalan tol ini juga mengalami perindahan dan penyesuaian lainnya dalam rangka persiapan KTT G20 Bali 2022.

Jalan tol ini dikelola oleh PT Jasamarga Bali Tol, anak perusahaan dari PT Jasamarga [id] yang dikelola oleh negara.

Dengan dukungan dari Indonesia Port Corporation III, pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, Angkasa Pura I, Adhi Karya, Hutama Karya, Indonesia Tourism Development Corporation, dan Wijaya Karya.

Nama Bali Mandara diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat peresmian jalan tol pada 23 September 2013.

Mandara sendiri berarti Maju, Aman, Damai, dan Sejahtera; namun, nama ini dianggap lebih politis karena identik dengan slogan yang diciptakan oleh Gubernur Bali saat itu, I Made Mangku Pastika selama masa jabatannya.

Pada tahun 2018, ada rencana untuk mengubah nama menjadi Jembatan I Gusti Ngurah Rai, untuk menghormati pahlawan lokal I Gusti Ngurah Rai dan karena jalan tol ini terletak di dalam kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Jalan tol ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu memiliki jalur khusus untuk sepeda motor yang terpisah dengan kendaraan roda empat.

Jalan tol ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang memfasilitasi kendaraan roda dua pada jalur khusus yang masuk ke dalam Golongan VI.

Tarif untuk kendaraan roda dua pada Jalan Tol Bali Mandara adalah sebesar Rp 5.000. Jalan tol ini juga merupakan jalan tol atas laut yang pertama di Indonesia.

Tol ini merupakan salah satu jalan tol atas air terpanjang di dunia dengan menyuguhkan pemandangan indah ketika berkendara yang didesain dengan menjaga estetika, keindahan arsitekturnya, dan ornamen budaya khas Bali.

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan berkendara, khususnya pengendara sepeda motor, juga telah dipasang alat pengukur kecepatan angin berupa anemometer berbasis Internet of Things (IoT) di setiap gerbang tol (Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa).

Jalan tol ini menjadi salah satu ikon pariwisata Bali yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Jalan tol ini juga menjadi salah satu sarana transportasi yang efisien dan nyaman bagi masyarakat Bali dan pengunjungnya.