oleh

APK SMS Dicopot, Tim SMS Kecewa Kinerja Bawaslu Dinilai yang ‘Tebang Pilih’

Pohuwato – Insiden penurunan Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan Saipul Mbuinga-Suharsi Igrisa di sejumlah wilayah oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Pohuwato, mendapat reaksi keras dari Ketua Tim Pemenangan SMS.

Nasir Giasi, Ketua Tim Pemenangan SMS sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Bawaslu Pohuwato tanpa melakukan koordinasi lebih awal baik dengan Tim Pemenangan dan LO pasangan SMS.

“Penyesalan saya terhadap sikap Bawaslu Pohuwato yang tebang pilih terhadap penegakkan aturan. Dan kami merasa dirugikan dan kami mengutuk keras atas sikap Bawaslu,” ucap Nasir dengan nada tinggi, Selasa (06/10/2020)

Nasir menambahkan, spanduk yang dipasang di Posko sudah sesuai aturan, bahkan sebelum spanduk dicetak, sudah dikoordinasikan dengan KPUD Pohuwato.

Baca :  Gagasan Suharsi Tingkatkan Pelayanan Publik: Libatkan Masyarakat dalam Evaluasi

“Satu-satunya pasangan calon yang mengajukan permohonan untuk percetakan Alat Peraga Kampanye (APK) sebagai tambahan. Sementara yang lainnya tidak mengajukan itu dan yang diajukan sudah sesuai PKPU dengan jumlah yang telah ditentukan, baik jumlah maupun ukurannya dan Tim SMS selalu taat terhadap aturan,” jelas Nasir.

Disisi lain, Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Zubair S Mooduto, mengaku bahwa hal ini hanya missed komunikasi sehingga terjadi penurunan APK.

Bahkan dirinya membantah tudingan dari Ketua Tim Pemenangan SMS, Nasir Giasi yang mengatakan Bawaslu tebang pilih dalam melaksanakan tugasnya.

“Ini hanya mis komunikasi saja. Kami belum mendapatkan tembusan soal pengajuan tambahan APK oleh pasangan SMS yang sudah dikoordinasikan dengan KPU. Makanya terjadi hal seperti ini,” ucap Zubair, seperti dilansir atensi.co Rabu (7/10/2020).

Bahkan hari ini untuk penertiban APK, lanjut Zubair, Bawaslu tak lagi menurunkan APK SMS yang sudah melalui koordinasi dengan KPUD Pohuwato.

Baca :  Wakapolda Bersama Dua Pejabat Utama Polda Gorontalo Beralih Jabatan

“APK yang kami turunkan tidak kami bawa hanya diserahkan kepada pemilik lokasi. Untuk operasi pembersihan APK, kami hanya menertibkan APK yang belum ada persetujuan dari KPUD,” tutup Zubair. -fdl-

Komentar