News  

Apakah Anda Masih Mau Beli Produk Mereka? – Realita.id

Realita.id – Adidas, merek pakaian olahraga asal Jerman, dikenal sebagai salah satu pemimpin pasar di industri tersebut. Dengan berbagai produk yang menawarkan kualitas, inovasi, dan gaya, Adidas telah memikat hati banyak konsumen di seluruh dunia.

Namun, di balik kesuksesan dan popularitasnya, Adidas juga menyimpan sebuah rahasia yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang: Adidas menggunakan produsen Israel, Delta Galil, untuk memproduksi jajaran pakaian dalamnya.

Delta Galil adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan pemasaran pakaian dalam untuk pria, wanita, dan anak-anak. Delta Galil memiliki pabrik di Israel, Mesir, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Amerika Serikat.

Delta Galil juga bekerja sama dengan merek-merek ternama lainnya, seperti Nike, Under Armour, Lululemon, Victoria’s Secret, Columbia, Lacoste, Hugo Boss, Tommy Hilfiger, dan Calvin Klein.

Pada bulan Juni 2021, Adidas dan Delta Galil mengumumkan perjanjian lisensi global, yang memberikan hak kepada Delta Galil untuk mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan koleksi pakaian dalam pria dan wanita di bawah label Adidas Badge of Sport dan Originals. Koleksi baru tersebut akan tersedia pada musim semi 2022 di Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, dengan koleksi wanita juga diluncurkan di Amerika Utara.

Menurut Adidas dan Delta Galil, koleksi pakaian dalam baru tersebut menawarkan kenyamanan, fleksibilitas, dan keberagaman untuk mendukung segala bentuk gerakan dan ekspresi. Koleksi tersebut menggunakan bahan-bahan inovatif dan teknologi rajutan yang canggih, seperti katun Tencel, Refibra, dan Real Cool Cotton, yang ramah lingkungan dan nyaman di kulit. Koleksi tersebut juga menampilkan slogan “Comfort is Our Sport” untuk menunjukkan filosofi merek tersebut.

Namun, tidak semua orang menyambut baik kolaborasi antara Adidas dan Delta Galil. Beberapa kelompok pro-Palestina, seperti The Witness dan BDS Movement, mengecam Adidas karena bekerja sama dengan perusahaan Israel yang diduga terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan penjajahan terhadap rakyat Palestina.

Mereka menyerukan boikot terhadap produk-produk Adidas dan Delta Galil, dan mengajak konsumen untuk memilih merek-merek alternatif yang tidak mendukung Israel.

Adidas dan Delta Galil belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi ini. Namun, kedua perusahaan tersebut mengklaim bahwa mereka memiliki komitmen untuk berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan, serta menghormati hak asasi manusia dan standar kerja yang adil. Mereka juga mengatakan bahwa mereka berusaha untuk menciptakan produk-produk yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Adidas dan Delta Galil menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara bisnis, politik, dan etika di dunia global saat ini. Di satu sisi, kolaborasi tersebut dapat dianggap sebagai bentuk kerjasama yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, yang dapat meningkatkan kinerja, reputasi, dan pangsa pasar mereka.

Di sisi lain, kolaborasi tersebut juga dapat dianggap sebagai bentuk kompromi yang merugikan bagi nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan tanggung jawab sosial mereka. Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda akan tetap membeli produk-produk Adidas dan Delta Galil, atau akan bergabung dengan gerakan boikot mereka?