News  

Apakah ada Motif Ekonomi Serangan Israel ke Gaza? ini Kata Peneliti Timur Tengah – Realita.id

Realita.idGaza adalah wilayah yang sudah lama menjadi sasaran Israel untuk dihapuskan dari peta Palestina. Sejak tahun 50-an, ada dokumen rahasia yang mengungkapkan rencana Israel untuk mengusir penduduk Gaza ke Sinai dan mengambil alih seluruh wilayah itu.

Namun, rencana itu gagal karena bocor dan menimbulkan perlawanan dari rakyat Palestina. Kini, Israel tampaknya memanfaatkan konflik 2023 ini untuk melanjutkan rencana lama mereka setelah Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober 2023 lalu.

Cara yang dipilih Israel adalah dengan membombardir Gaza tanpa henti dan tanpa mempedulikan korban sipil. Mereka bahkan tidak segan-segan menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan gedung-gedung hunian. Hal ini dibenarkan oleh juru bicara militer Israel (Daniel Hagari) yang mengatakan bahwa tujuan mereka adalah “damage, not accuracy.” Artinya, mereka ingin merusak, bukan tepat sasaran.

Lalu, apa motif ekonomi di balik keganasan Israel ini? Ternyata, ada fakta baru yang terkuak bahwa Gaza memiliki cadangan gas alam yang sangat besar di lepas pantainya. Menurut para ahli ekonomi, nilai cadangan gas itu bisa mencapai 7 sampai 8 miliar dolar. Secara hukum, cadangan gas itu adalah milik Palestina. Namun, Israel ingin merebutnya dengan cara apapun.

Anda mungkin tidak menyadari bahwa ada alasan lain di balik serangan Israel terhadap Gaza selain motif politik dan agama. Alasan itu adalah ekonomi. Gaza memiliki pantai yang indah dan cadangan gas alam yang melimpah di lepas pantainya. Israel ingin menguasai sumber daya ini dan mengubah Gaza menjadi kota pintar yang menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Namun, untuk mewujudkan rencana ini, Israel harus mengusir penduduk Gaza yang mayoritas adalah pengungsi Palestina dari wilayah lain yang telah direbut oleh Israel. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, telah mengecam upaya pengosongan Gaza ini dalam pidatonya di PBB. Ia menegaskan bahwa hak-hak rakyat Palestina harus dihormati dan dilindungi.

Ada usulan agar penduduk Gaza mengungsi ke Mesir sementara, tetapi usulan ini sangat berisiko. Mesir mungkin tidak mau atau tidak mampu menampung 2,5 juta orang dari Gaza. Bahkan jika mereka mau, tidak ada jaminan bahwa penduduk Gaza akan bisa kembali ke tanah air mereka. Mereka bisa terjebak sebagai pengungsi selamanya.

Jadi, kita harus menyadari bahwa ada agenda tersembunyi di balik agresi Israel terhadap Gaza. Mereka tidak hanya ingin menghapus identitas dan eksistensi bangsa Palestina, tetapi juga ingin merebut kekayaan alam dan potensi pariwisata Gaza untuk kepentingan mereka sendiri.