News  

Apa Tujuan dan Strategi Mereka – Jurnal Faktual

Realita.idPilpres 2024 mendatang akan menjadi ajang perebutan kekuasaan yang sengit, tidak hanya di antara para calon, tetapi juga di antara negara-negara asing yang memiliki kepentingan di Indonesia. Sebuah video yang diunggah di YouTube oleh Abraham Samad SPEAK UP.

mengungkap bocoran intelijen yang menunjukkan adanya konspirasi dari tiga negara asing, yaitu Amerika, Tiongkok, dan Singapura, untuk mengatur hasil pilpres 2024.

Dalam video tersebut, Abraham Samad berbincang dengan Bossman Mardigu, seorang praktisi intelijen yang mengaku memiliki kaki-kaki organik di seluruh desa di Indonesia.

Bossman Mardigu mengatakan bahwa Amerika, Tiongkok, dan Singapura memiliki kepentingan yang berbeda-beda terhadap Indonesia, terutama terkait dengan ekonomi, energi, dan geopolitik.

Menurut Bossman Mardigu, Amerika merasa kehilangan banyak GDP di kawasan ASEAN, termasuk di Indonesia, karena pengaruh Tiongkok yang semakin besar dalam 10 tahun terakhir. Oleh karena itu, Amerika ingin mengambil kembali kekuasaannya dengan cara mengendalikan sumber-sumber energi dan pangan di Indonesia.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan economic warfare, yaitu menarik uang dan investasi dari Indonesia, sehingga membuat ekonomi Indonesia menjadi tidak stabil. Hal ini akan mempengaruhi suasana politik dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Sementara itu, Tiongkok memiliki obsesi untuk menguasai Taiwan, yang dianggap sebagai bagian dari wilayahnya. Untuk itu, Tiongkok membutuhkan dukungan dari Indonesia, yang merupakan negara terbesar dan terkuat di ASEAN.

Tiongkok juga ingin memperluas pengaruhnya di kawasan melalui proyek Belt and Road Initiative (BRI), yang melibatkan banyak proyek infrastruktur di Indonesia. Oleh karena itu, Tiongkok ingin memastikan bahwa calon presiden yang terpilih adalah yang bersimpati dan bersahabat dengan Tiongkok.

Singapura, sebagai negara kecil di antara negara-negara Melayu, memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas di Indonesia, karena investasi terbesarnya ada di Indonesia.

Singapura tidak ingin ada perubahan radikal atau konflik di Indonesia, yang bisa mengancam keamanan dan kepentingan ekonominya. Oleh karena itu, Singapura ingin memastikan bahwa calon presiden yang terpilih adalah yang moderat dan bisa bekerja sama dengan Singapura.

Bossman Mardigu mengatakan bahwa ketiga negara asing tersebut memiliki metode dan strategi yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan mereka. Amerika, misalnya, akan menunggu sampai saat-saat kritis untuk melakukan intervensi, seperti menjelang pemungutan suara atau penghitungan suara.

Tiongkok, sebaliknya, akan menggunakan pengaruhnya di media sosial dan digital, seperti TikTok, untuk menyebarkan narasi dan propaganda yang menguntungkan calon yang mereka dukung.

Singapura, yang lebih halus dan licik, akan menggunakan jaringan dan lobi-lobinya di kalangan elite politik dan bisnis di Indonesia, untuk mempengaruhi keputusan dan kebijakan yang berkaitan dengan pilpres.

Apakah bocoran intelijen ini benar adanya? Sulit untuk memastikan kebenarannya, karena sumber dan buktinya tidak jelas. Namun, beberapa fakta dan indikasi memang menunjukkan adanya campur tangan asing dalam pilpres Indonesia.

Misalnya, ada laporan bahwa ada uang sebesar 1,5 triliun dolar Singapura yang diparkir di Singapura untuk digelontorkan ke Indonesia pada saat pilpres .

Ada juga laporan bahwa ada operasi intelijen asing yang meminta penyelenggara pemilu untuk memasang CCTV dan terkoneksi dengan aparat negara. Ada juga bocoran dokumen intelijen yang mengungkap intervensi CIA di pilpres Indonesia 2024.

Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, karena menunjukkan bahwa kedaulatan dan demokrasi Indonesia sedang terancam oleh kepentingan asing.

Apalagi, jika calon presiden yang terpilih adalah yang tidak berdaulat dan tidak mandiri, tetapi hanya menjadi boneka atau antek dari negara asing. Hal ini akan merugikan rakyat Indonesia dan mengorbankan kepentingan nasional Indonesia.

Oleh karena itu, sebagai rakyat Indonesia yang cinta tanah air, kita harus waspada dan kritis terhadap segala bentuk intervensi asing dalam pilpres 2024. Kita harus memilih calon presiden yang berdaulat, mandiri, dan berintegritas, yang mampu menjaga kepentingan nasional Indonesia di atas segalanya.

Kita juga harus mengawasi jalannya pilpres, agar tidak ada kecurangan atau manipulasi yang dilakukan oleh pihak-pihak asing. Kita harus bersatu dan berjuang untuk menjaga kedaulatan dan demokrasi Indonesia, sebagai warisan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia.