News  

Ahok Hadapi KPK, Bukan untuk Jadi Tersangka tapi Saksi – Realita.id

Realita.idBasuki Tjahaja Purnama alias Ahok, komisaris PT Pertamina, hari ini, Selasa (7/11/2023), mendatangi gedung KPK. Bukan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, melainkan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di perusahaan pelat merah tersebut.

Ahok diperiksa terkait peran mantan direktur utama Pertamina, Karen Agustiawan, yang diduga melakukan kontrak pengadaan LNG tanpa kajian dan analisis menyeluruh. Kontrak itu melibatkan dua perusahaan asal Amerika Serikat, yaitu Sabine Pass dan Corpus Christi Liquefaction (CCL), pada 2013 dan 2014.

KPK menduga, kontrak tersebut merugikan keuangan negara sekitar US$ 140 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun. Karen pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 19 September 2023.

Ahok, yang baru menjabat sebagai komisaris Pertamina sejak November 2022, mengaku tidak tahu menahu soal kontrak LNG tersebut. Ia mengatakan, ia hanya memberikan keterangan sesuai dengan apa yang diketahui dan dialaminya selama bekerja di Pertamina.

“Saya tidak tahu apa-apa soal LNG itu. Saya kan baru jadi komisaris. Saya cuma kasih tahu apa yang saya tahu dan alami di Pertamina. Saya juga tidak tahu kenapa saya dipanggil sebagai saksi. Mungkin karena saya pernah jadi gubernur Jakarta, jadi saya dianggap tahu banyak hal,” kata Ahok dengan nada bercanda.

Ahok mengaku tidak merasa takut atau khawatir menghadapi pemeriksaan KPK. Ia mengatakan, ia percaya pada proses hukum yang berjalan di lembaga antirasuah tersebut. Ia juga mengapresiasi upaya KPK dalam memberantas korupsi, termasuk di sektor energi.

“Saya tidak takut sama KPK. Saya malah senang bisa ketemu mereka. Saya dukung KPK dalam memberantas korupsi. Saya juga setuju kalau ada audit di Pertamina. Saya yakin Pertamina bisa lebih baik dan bersih dari korupsi,” ujar Ahok.

Ahok mengaku tidak tahu berapa lama ia akan diperiksa oleh KPK. Ia mengatakan, ia siap menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Ia juga berharap, kasus dugaan korupsi LNG ini bisa segera diselesaikan dan tidak mengganggu kinerja Pertamina.

“Saya tidak tahu berapa lama saya akan di sini. Saya siap menjawab apa saja. Saya harap kasus ini cepat selesai dan tidak mengganggu Pertamina. Saya juga berdoa agar Karen bisa segera bebas dan bisa berkarya lagi,” tutur Ahok.